Bebas (14) Curhat (13) Lirik Lagu (5) Tugas Kuliah (28)
Tampilkan postingan dengan label Bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bebas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 September 2018

Kunci

Kunci, benda kecil yang kadang dilupakan, seringkali tertinggal atau hilang namun sangat penting bagi kehidupan. Jika tak ada kunci, bagaimana kau membuka sebuah ruangan, kotak, tempat atau apapun itu yang diamankan? bagaimanapun bentuknya, tak bisa dipungkiri kunci memang sangat berguna, sangat penting dan sayangnya sangat beresiko untuk hilang jika kau tak pandai menjaganya.

Tahukah kau? hidupmu juga memiliki kuncinya sendiri. Kaulah pemegang kunci masternya. Lalu apakah kunci hidup bisa diduplikat? Tentu saja bisa. Bagaimana caranya? Pergunakan mulut mu, ceritakan semua kehidupanmu, maka kau telah menduplikat kunci hidupmu. Apa harus diduplikat? Semua itu tergantung kepada "Sang Pemilik" kunci master tersebut. Ia bisa menduplikat kunci kehidupannya dan diserahkan ke orang kepercayaannya, dan bisa juga cukup memberikan duplikat kunci tersebut ke Tuhannya.

Seperti kotak pandora, itulah kehidupanmu, jika salah memberikan duplikat kunci hidupmu, maka kotak itu bisa terbuka kapan saja dan membawa bencana. Ingat, tak semua orang bisa kau percaya. Bahkan orang kepercayaanmu bisa menjadi tersangka terbukanya kotak pandora hidupmu. Maka dari itu, jangan percayakan seutuhnya kunci mu kepada orang lain.

Bisa dibilang, hidupmu bagai sebuah rumah, dengan banyak ruangan yang dimana setiap ruangan memiliki kuncinya masing-masing. Ruangan-ruangan itu beraneka ragam, ada yang berisikan sesuatu yang indah, ada pula yang berisikan sesuatu yang menyeramkan. Pikirkan kembali, ruangan mana yang bisa kau duplikatkan kuncinya, dan ruangan mana yang harus kau pegang sendiri kuncinya.

Selain itu, menjadi pemegang kunci duplikat kehidupan seseorang sangat berat, apalagi pemegang kunci duplikat ruangan yang menyeramkan. Banyak sekali cobaan yang akan datang menimpa, seperti "Sang Pemilik" kunci master yang tiba-tiba saja berlaku tidak baik padamu sehingga kau tergoda untuk membuka ruangan yang kau miliki kunci duplikatnya, hingga godaan dari orang luar yang merupakan musuh "Sang Pemilik" dan tahu bahwa kau memegang kunci kehidupan "Sang Pemilik" itu.

Sebagai manusia, aku memiliki kunci kehidupanku sendiri. Aku juga memutuskan memberikan duplikat kunci hidupku ke beberapa orang, dari pemegang kunci duplikat ruangan yang berisi sesuatu yang indah dan menyenangkan, sampai pemilik kunci duplikat ruangan yang berisi sesuatu yang kurang menyenangkan dan berbahaya. Tapi, untuk ruangan yang berbahaya, aku mempercayakan kunci duplikat ku ke seseorang yang juga mempercayakan kunci duplikat hidupnya kepada ku. Secara tidak langsung, kami memiliki sebuah kontrak tak tertulis dimana kami harus menjaga ruangan tersebut tetap tertutup rapat. Namun, aku pernah tergoda untuk membuka ruangan kehidupan seseorang yang kurang menyenangkan. Tentu saja bukan tanpa alasan, tetapi disebabkan dari menumpuknya rasa kecewa yang timbul dari perbuatan si "Pemilik Kunci Master" itu. Yang pada akhirnya, terbuka ruangan itu, menghancurkan si "Pemilik Kunci Master" dan juga menghancurkan ku sebagai tersangka terbukanya ruangan tersebut. Ya, membuka ruangan hidup seseorang yang isinya kurang menyenangkan tidak hanya menghancurkan si "Pemilik Kunci Master" tersebut, tetapi juga menghancurkan dirimu sebagai pemegang kunci duplikat itu. Bukan tidak mungkin ruangan kehidupanmu juga akan dia buka.

Intinya, jika kau sudah menunjuk seseorang untuk memegang kunci duplikat hidupmu, baik itu yang buruk maupun yang baik. Maka perlakukan dia dengan baik. Karena apapun bentuknya, kunci sangat penting bagi kehidupanmu. Dan untuk kau yang memegang kunci duplikat, jaga amanah yang dititipkan kepadamu karena mungkin kau adalah satu-satunya pemegang kunci duplikat hidup seseorang. Kau boleh membuka ruangan yang diamanatkan kepadamu jika itu memang untuk kebaikan. Setidaknya, berfikir dulu sebelum membuka ruangan kehidupan orang lain.

Rabu, 07 Maret 2018

Renungan

Kita butuh cermin. Untuk melihat lagi kedalam diri kita. Apa yang kurang dan harus diperbaiki, serta apa yang lebih dan harus ditata lagi. Ingat, kita bukan Nabi, bukan Rasul. Kita hanya manusia biasa, sebaik kita menjaga perilaku dan tutur kata, pasti ada saja satu atau dua alpha di diri kita.

Jangan pernah berfikir kita adalah satu-satunya yang merasa tersakiti. Sadarkah bahwa diamnya kita pun mengundang banyak prasangka? Banyak pula hati yang sakit karena diamnya kita. Diam itu emas, tapi bukankah dengan bicara kita bisa menyelesaikan masalah? Dengan bicara semua jadi jelas?

Semua orang punya hati nurani, sejahat apapun dia. Kau sakit hati? Mungkin juga itu yang dirasakan orang lain. Lalu, apa yang harus dilakukan?

Jawaban yang tepat adalah "BICARA". Jelaskan secara langsung, minta maaflah, berilah klarifikasi. Apa salahnya merendah tanpa membuat diri terlihat egois? Akui kesalahan mu dengan ikhlas. Untuk apa mengakui salah namun terlihat tak ingin disalahkan?

Pada akhirnya, semua kembali pada kehidupan sosialnya. Berlakulah seperti yang kamu pelajari dalam agama. Datang dengan baik, pergi dengan santun, Bersosialisasi dengan baik, jangan lupa ucapkan terimakasih kepada sesamamu yang membantu.

Senin, 05 Februari 2018

Hai Kamu (Yang Dulu Pernah Singgah)

Hai kamu,
Yang dulu pernah singgah dihatiku lalu pergi begitu saja
Terimakasih telah kembali membawa sejuta kata indah
Yang mampu menyegarkan area hati yang pernah kau tempati

Mungkin aku akan berfikir begitu jika kau kembali saat itu
Saat dimana hati masih beradaptasi setelah kau tinggal pergi
Saat dimana aku berfikir bahwa segala tawa canda airmata ku adalah dirimu

Kini,
Hatiku tak lagi haus akan kehadiran dirimu.
Ada atau tidak ada kamu dihadapanku, tak lagi berpengaruh
Karena kini, tawa canda airmata ku adalah milikku
Hidupku tak lagi bergantung pada senyawa dirimu

Minggu, 21 Mei 2017

Menyerah

Hai kesendirian..
Terimakasih telah datang mengisi hati yang hampa
Merangkul dengan rasa sakit yang tertusuk secara perlahan.

Hai pasrah...
Terimakasih telah duduk manis dalam angan
Menyapu bersih semua mimpi yang masih tertahan
Dan menggantikannya dengan realita tanpa harapan

Aku pun lelah...
Aku pun menyerah...
Tak sedikitpun bahagia yang dapat kuraba
Semua hanyalah ilusi optik dari cahaya harapan berpadu kenyataan

Senyumku itu palsu..
Yang tercipta dari ketidakmampuan diri menghadapi cobaan yang silih berganti
Tawaku hanya perisai
Dari beratnya hidup yang kujalani hingga saat ini.

Tak layak memang, tapi biarkan sekali saja aku menyerah
Melepas semua beban ditengah airmata
Melangkah meninggalkan sesak yang mengikat didada

Hai keberanian...
Datanglah, bawalah diri ini untuk melangkah
Menyeruak keluar dengan paksa dari lingkaran penuh problematika
Mengoyak habis seluruh yang menghadang demi meraih sesuatu yang pasti
Bukan yang hanya muncul dalam angan, bukan yang ada dalam imajinasi
Tetapi yang nyata dan dapat terasa, yang berwujud dan dapat kuraba

Aku menyerah

Kamis, 22 Desember 2016

Ingatan

Ingatan bisa menjadi sebuah hadiah..
Namun, bisa juga menjadi sebuah hukuman.

Saat kita melakukan kebaikan dan oranglain mengingatnya..
Itulah hadiah dalam hidup
Tapi..
Saat kita melakukan kesalahan, oranglain mengingatnya
Bahkan mengungkitnya
Maka itulah hukuman...

Ya...
Itulah hukuman yang mungkin Tuhan berikan

Aku..
Sudah dihukum oleh alam..
Lewat ingatannya...
Lewat kenangannya...

Aku sadari itu...
Aku memang pantas dihukum seperti ini..
Terimakasih..
Karena sudah menghukumku...

Ingatanmu... adalah hukuman terberatku didunia

Minggu, 23 Oktober 2016

Masa

Segala sesuatu didunia ini selalu punya masanya...
Seperti kemarau yang tergantikan hujan
Atau sebaliknya..
Seperti Matahari yang tergantikan oleh bulan
Begitu juga sebaliknya...

Begitu pula siklus kehidupan..
Semua ada masanya..
Semua ada waktunya..
Setidaknya itu yang kupikirkan
Tak terkecuali dengan kita

Imajinasiku memainkan gambaran-gambaran tentang kita
Setiap tawa, canda, luka, airmata 
Semua terangkum indah bak cerita dalam dongeng putri raja..
Tapi...
Semua tak sama..

Kita hanyalah dua insan dalam potret persahabatan..
Tidak seperti mereka yang terbingkai oleh ikatan cinta..
Kita hanya bisa saling support tanpa takut kehilangan..
Atau mungkin itu hanya kamu yang merasakannya?

Iya...
Apa hanya kamu yang tak pernah merasa takut kehilangan?
Sedangkan aku merasa semua akan berubah jika sudah masanya
Kehangatan yang terasa, akan memudar terkikis oleh liarnya masa..
Riuh tawa yang mealedak akan tenggelam dalam sebuah kata prioritas

Bermula dari ketidakkenalan yang dilanjutkan persahabatan
Aku sempat berfikir apakah kita akan mengikuti hukum alam?
Atau hanya diam ditempat oleh rasa nyaman yang tercipta...
Entahlah.. Yang ku harap semua akan berjalan dengan semestinya
Seperti Bumi mengelilingi Matahari..
Seperti garis orbit dalam sistem tata surya...

Selasa, 18 Oktober 2016

Tampilan Baru

Yah bagaimana memulainya?

Baiklah...

Begini..

Hallo Semuanyaaa, Berhubung saya sudah lulus kuliah, dan sayang jika blog ini nganggur. Maka, saya akan merubah Blog ini. Merubahnya ini dalam bentuk potingan. Biasanya posting tugas kuliah softskill, sekarang bakal posting apapun yang saya pikirin yang absurd dan kadang gak jelas. Itung-itung belajar nulis juga kali yah... siapa tau ada bakat

Okedeh segitu aja pengumumannya.. kedepannya bakal digunain kata sesuai dengan Mood aja yah.. bisa Gue, bisa Aku, bisa Saya. Ya suka-suka aja deh.

Baiklah cukup sekian dan terimakasih.

Wassalam ^_^

Minggu, 11 Oktober 2015

Menyedihkan

Pernahkah kau merasa sendiri?

Sendiri diantara kerumunan manusia yang sibuk dengan aktivitasnya, diantara hiruk pikuknya ibukota, diantara orang-orang sekitarmu dan diantara lingkunganmu?

Apa rasanya? Menyedihkan?
Ya itu yang kini kurasakan.
Sendiri berada diantara kesibukan orang-orang yang beraktivitas. Sendiri diantara hiruk pikuknya ibukota. Sendiri dalam keramaian, sendiri dalam kesepian hati.

Rasanya aku telah jauh terjatuh pada titik jenuh ku. Titik dimana aku hanya bisa terdiam, tanpa tujuan. Tanpa arah. Tanpa harapan.
Titik dimana aku merasa aku bukan apa-apa dan takkan bisa apa-apa.
Titik dimana aku merasa aku bukan siapa-siapa.

Ingin rasanya aku berlari dari kenyataan, menyendiri dengan berbagai pikiran, merenung dengan berbagai harapan yang seakan pupus.
Ingin rasanya aku berteriak. Teriakan putus asa, teriakan kesedihan, teriakan kesendirian.

Menatap langit malam sendiri, tanpa siapa-siapa.
Bolehkah?
Bolehkah aku berteriak? Menangis? Dan menumpahkan segala kekesalan dalam hati?

Lelah berpura-pura kuat. Lelah berpura-pura hebat. Lelah berpura-pura seakan aku bisa menjalani semuanya sendirian.
Aku hanyalah manusia, aku hanyalah wanita. Aku hanya lelah..

Salahkah?
Salahkah bila dalam kesendirian ini aku berharap sesuatu?
Sesuatu yang mungkin takkan pernah menjadi kenyataan
Sesuatu yang mungkin hanya menjadi hayalan orang putus asa

Salahkah aku?
Mengharapkan sosok seorang lelaki datang, menatapku dalam diam, seakan berkata “kau menyedihkan”. Lalu perlahan mendekatiku, berlutut dihadapanku, tetap menatapku dalam diam dengan sendu yang seakan berkata “ternyata benar kau memang wanita yang menyedihkan”. Dan dengan perlahan memelukku dengan hangat, dengan erat seakan berkata “aku paham penderitaanmu”. Membiarkan ku terbiasa dengan pelukannya, hingga kurasa nyaman untuk mengeluarkan airmataku... Membiarkanku  menangis dalam pelukannya.
Lalu harapan itu hilang kembali..

Aku tetaplah sendiri hingga rasa geli menggelitik sanubariku. Memaksaku tertawa getir.
Siapa aku? Takkan ada sosok seperti itu yang akan memelukku
Hingga tawa itu berubah menjadi tawa kesedihan seakan tahu betapa bodohnya aku.
Ah aku hanya sesosok manusia tanpa tujuan, tanpa harapan, tanpa cinta.
Hingga bayang-bayang putus asa itu muncul dipikiranku. Mulai menari-nari seakan mengejekku. Memenuhi otakku dan mengganggu jalan pikiranku.

Tarian putus asa itu mulai menggodaku untuk melakukan hal bodoh yang pernah ku lakukan.
Terus dan terus menggodaku, menuntunku untuk mengulangi kesalahan masalalu ku. Bayangan itu terus menari, menggodaku, menertawakanku, menantangku.

Bolehkah aku lakukan itu? Menyakiti diriku sendiri dengan obat penghilang rasa pusing dengan dosis tinggi, dicampur dengan minuman bersoda? Menyakiti diriku sendiri dengan berdiri ditengah perlintasan rel kereta api hingga tertabrak. Bolehkah ku lakukan dosa itu?

Sesuatu menyadarkanku dan membuat bayangan dari tarian putus asa itu hilang.
Aku tak sendiri, aku punya Tuhan, aku punya keluarga, aku punya sahabat, dan mungkin aku masih punya cinta yang tak pernah kusadari sebelumnya. 
Tak terasa pipiku mulai basah, airmata ku telah mengalir. Tawa kecil keluar dari mulutku. Menertawakan diriku sendiri.

Betapa bodohnya aku. Betapa menyedihkanya aku.

Rabu, 18 Juni 2014

Aku Yang Akan Pergi

puisi ini gue buat waktu lagi sediiih aja, gak ada niat apa-apa kok,, cuma coret-coret ga jelas selingan tugas...

Aku yang akan pergi.
Cepat atau lambat
Meninggalkan kalian satu persatu
Yang sudah tak peduli lagi dengan kehadiranku..

Aku akan pergi
Perlahan namun pasti
Meninggalkan kalian dengan banyak goresan luka
Dengan harapan luka itu tak menghambat kepergianku
Namun menjadi sebuah kenangan dimana kalian pernah menjalani kehidupan kalian bersamaku

Aku akan pergi
Meninggalkan satu persatu dari kalian
Menatap masa depan yang blm pasti
Menoleh kebelakang, menatap kalian
Dengan tatapan penuh kehangatan dan senyuman yang terindah selama hidupku
Seraya berkata
Aku akan pergi

Rabu, 30 Januari 2013

Makna 17 Tahun (True Story)


         “Aku harap, diumurku yang ke 17 tahun nanti akan ada pesta meriah, semua orang bahagia, semua orang yang ku kenal datang memberi hadiah, dan kalau bisa sebelum 17 tahun aku sudah dapet pacar jadi pas umurku 17 tahun pacarku dateng ngasih surprise. Pasti seru deh.”
Itulah harapan ku saat aku melihat pesta ulang tahun salah satu temanku saat aku berumur  16 tahun. Tapi harapan itu kini tinggal angan saja, bagaimana tidak? Pesta meriah itu takkan pernah berlangsung,  jangankan pesta, orangtua ku saja tak mungkin ingat jika aku tak mengingatkan mereka sehari sebelum hari H. Hadiah? Jangan pernah harap lagi akan hadiah jikalau pesta saja tak ada. Kekasih? Ia terlalu sibuk dengan dunianya sampai iapun lupa bahwa aku kini menginjak dewasa.
“ARRRGGHH!!! Aku benci semuanya, keluarga ku, kekasihku, teman-temanku. Aku benci angka 17, aku benciiiii!!!”
         Itulah yang sempat ku fikirkan, aku marah, karena semua tak sesuai harapan, jika saja adik ku yang terakhir tidak akan khitan dibulan Februari, mungkin saat ini kami sedang membicarakan apa yang akan dibuat besok dihari ulangtahun ku, akupun sempat membenci adikku, aku menyalahkan dia dan rencana (yang saat itu aku fikir) bodoh yang ia pinta. Hingga pada akhirnya aku hanya bisa menangis meratapi nasib ulangtahun ke 17 taun ku yang benar-benar buruk.
Entah apa yang aku fikirkan, aku membuka akun facebook ku, biasanya untuk saat seperti ini hanya facebook lah tempat aku meluapkan kekesalanku, entah itu melalui foto yang diedit-edit, status, sampai kubuat catatan. Tapi malam itu aku hanya ingin menulis status. Yah kuketik lah huruf per huruf hingga membentuk sebuah kalimat.

Gak ada yang sadar besok hari apa saking sibuknya nyiapin pesta khitanan adek :'(
cuma ngarep keajaiban
            Itulah status pertama ku, ah entah kenapa aku tak puas. Kuketik lagi Status lain
Anggap aja besok ga ada apa-apa :) toh orangtua gue pun gak ada yang inget :P

Status kali ini mengundang teman-teman ku berkomentar
“Happy birthday mba pussss, happy birthdayy mba pusss...” Komentar temanku yang bernama Ata.
“Aah gue bilang kan anggap aja besok ga ada apa-apaan.” Balasku dikomentar.
“Ooo tidak bisaaa.” Respon Ata.
“Gak usah diucap lah, gue lagi sedih..” Balas ku lagi.
Saat aku membalas komentar dari Ata aku memang mulai muak dengan ucapan “Happy Birthday” dan sejenisnya, sangat muak.
“Ya... si mbaaakk...mkin nambah umur jangan mau galau terus dong... umur aja makin nambah, kitanya juga harus bisa nambah kekuatan diri untuk melangkah.. jangan mau galau-galau terus mbak...” Tiba-tiba temanku yang lain bernama Steve ikut berkomentar.
Aku terdiam membaca komentar dari Steve.
“Loe gak tau sih Steve gimana perasaan gue, sakit tau.” Fikirku. Namun, balasanku berbeda.
“Bukan gitu Steve, gue nya lagi gak mood aja.. keluarga sendiri aja gak ada yang ngeh,, terlalu sibuk sama adek..” Balasku menanggapi komentar Steve.
“Aduuuhh mbak...keluarganya cuman yang di rumah doaankk ??? trus kita selama ini dianggap apaa ??? (*apaan sih lo Steve???? gak jelas -______-") gini aja deeh mbak.. life goes on kok... nikmatin aja dlu apa yang ada... tawa dan sedih itu selalu silih berganti, jadi semua tinggal kembali kepada kitanya untuk menanggapinya scara bijak...” Steve merespon.
Aku tersentak membacanya, walaupun ia memberikan unsur komedi dalam komentarnya, tapi tetap saja aku kaget, kalimat “keluarganya cuman yang dirumah doaankk??? Trus kita selama ini dianggap apaa??” itu benar-benar membuka mataku, Steve benar, keluargaku tak hanya yang dirumah saja, tapi sahabat ku dan teman-temanku juga termasuk keluarga. Aku tersenyum lalu kuketik lagi status baru, meninggalkan perdebatan konyol yang Ata dan Steve lakukan di kotak komentar memenuhi pemberitahuan akun facebook ku.

Ulang tahun itu gak perlu ucapan selamat, gak perlu pesta meriah, yang penting ada orang-orang tersayang disekitar kita aja itu udah cukup..
Lebih cukup lagi kalo ada orang-orang yang sayang sama kita juga nyemangatin diri kita,,,
Thanks to Steve and Ata yang udah buka pemikiran gue malam ini.. loe berdua emang the best :')
Ya aku benar-benar berterimakasih pada mereka berdua, entah aku harus bagaimana lagi mengungkapkan terimakasih ku pada mereka. Fikiranku mulai terbuka, kini aku tak lagi membenci angka 17, terimakasih ya Allah kau mengirimkan hamba teman-teman yang peduli pada hamba.
Dan aku lagi-lagi terkejut, ibuku berbisik padaku saat aku sedang minum karena kehausan akibat menangis terlalu lama.
“Besok, bawa bolen ya buat temen-temen kamu, tapi kamu beli sendiri. Maaf ibu sama bapak gak bisa ngerayain, sibuk banget. Kapan-kapan kita makan gado-gado ya sesuai keinginan kamu.”
Ibuku memang tak mengucapkan selamat ulangtahun atau sejenisnya, tapi ibuku masih mengingat bahwa aku pernah berkata aku ingin makan gado-gado sekeluarga saat ulangtahun ku. Aku hanya mengangguk-angguk, dalam hati aku mengutuk diriku yang berprasangka buruk pada orangtua ku sendiri.
Dan aku lagi-lagi diberi pencerahan oleh kekasih ku yang memang baru sampai di Jakarta setelah mengantar barang dagangan ke Jogja, ternyata ia tak lupa ulangtahunku, ia ingat namun karena ia lupa tak membawa handphone, maka ia tak bisa menghubungiku tepat waktu dan baru bisa mengucapkan happy birthday sehari sesudahnya sambil mengomentari status facebook ku yang dikomentari oleh Steve dan Ata.
“Kamu ini kayak anak kecil, ulang tahun malah seneng. Harusnya kamu berdoa, umur kamu nambah berarti waktu kamu mendekati kematian pun semakin dekat. Menuju kematian kok malah seneng-seneng. Lihat sayang, dibawah kamu masih banyak yang kurang beruntung. Daripada dibuang-buang buat pesta yang gak ada gunanya mendingan buat mereka. Dengar ya sayang, umur kamu sekarang 17 tahun, kamu harus bisa berfikir dewasa. Jangan kayak anak kecil. Aku gak akan pernah setuju kalau kamu ngerayain ulang tahun dengan berlebihan. Kalau mau mendingan buat santunin anak yatim dan fakir miskin.” Ucap kekasihku saat aku menelponnya.
Ini benar-benar tamparan keras untukku, benar kata kekasihku. Aku malu pada diriku sendiri, bisa-bisanya aku bertindak bodoh dan kekanak-kanakan. Trimakasih sayangku, kau membantu menyadarkanku. Aku tak menyangka seseorang seperti dirinya yang terlihat berandalan ternyata bisa lebih berfikir cerdas dibanding aku yang statusnya mahasiswa.
“Ini bukan tentang bagaimana pesta yang meriah, kado yang banyak, surprise yang hebat, dan makanan yang mewah. Tapi ini adalah proses kedewasaan, dimana kita harus melangkah maju kedepan, menyongsong tugas baru yang yang semakin berat seiring bertambahnya usia, meninggalkan kebiasaan lama yang tak penting dan membuka lembaran baru tentang bagaimana menghadapi kehidupan selanjutnya dengan bijak. Ini bukan saatnya main-main lagi, karena umur 17 tahun adalah gerbang yang mengantarkan kita menuju kedewasaan dan meninggalkan masa remaja dan kanak-kanak.” Kataku dalam hati
“Tak perlu pesta mewah, kejutan yang hebat, dan kado yang banyak, yang sebenarnya dibutuhkan adalah dukungan moril orangtua, keluarga, sahabat dan teman-teman agar kita tak salah melangkah dalam proses kedewasaan.Trimakasih ya Allah, kau banyak memberikan hamba pelajaran selama masa ulang tahun hamba.” Fikirku sebelum aku tertidur mengakhiri hari itu.


TAMAT

Senin, 14 Januari 2013

Bayi Malang Yang Dikubur Tanpa Kain Kafan

Di pinggiran kota. Terdapatlah seorang ibu dengan bayinya yang mungil yang hidup serba kekurangan tanpa adanya sebuah rumah untuknya bernaung. Di atas trotoar adalah tempat tinggal mereka. Tanpa adanya uang, ibu dan bayi kecilnya itu bertahan hidup dengan sisa makanan bekas orang yang sudah di buang..

Demi mendapatkan makanan, sang ibu terpaksa meninggalkan bayinya di atas trotoar beberapa saat dan kembali lagi jika sang ibu sudah menemukan makanan untuk mereka makan. Kalau tidak begitu, mereka berdua akan mati kelaparan. Begitulah beratnya perjuangan ibu yang jadi gelandangan di pinggir jalan yang jauh dari belas kasihan orang yang berduit. Meski pun begitu, sang ibu tetap berjuang demi hidupnya dan juga masa depan bayi kecilnya itu.

Suatu hari saat sang ibu hendak pergi mencari makanan, seperti biasa sang ibu meletakkan bayinya yang sudah tidur di sudut trotoar yang agak teduh dan barulah sang ibu itu pergi untuk mencari makanan. Berharap ada sisa makanan yang terbuang, sang ibu pun berangkat. Tapi tanpa disadari, bayi yang di letakkannya di sudut trotoar itu tiba- tiba bangun dan merangkak turun dari trotoar. Alhasil.. BRAAAK...!!! Sebuah kecelakaan pun terjadi. Bayi malang itu pun langsung meregang nyawa setelah di sambar oleh motor yang melaju kencang dengan kondisi mengenaskan. Sang ibu pun langsung menjerit melihat bayinya yang sudah tak bernyawa tergeletak di pinggir jalan. Sedangkan pengendara motor itu tidak mengabaikan bayi yang di tabraknya dan terus melaju seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dengan bercucuran air mata, sang ibu langsung menghampiri  jasat bayinya dan menggoncang-goncangkan tubuh bayinya supaya bayinya bangun. Sang ibu masih tidak percaya melihat bayi yang sangat di sayanginya itu sudah tiada.

Tak ada satu pun orang yang memberikan pertolongan. Padahal di lokasi kejadian, orang yang lalu lalang cukup ramai. Tapi mereka justru cuek-cuek bebek melihat kejadian itu.  Astaga.. Di manakah perasaan mereka yang berada di lokasi kejadian...? Sang ibu pun pergi meninggalkan jasat bayinya sebentar. Dan beberapa saat kemudian sang ibu datang lagi dengan membawa sisa roti tawar. Sang ibu kembali menghampiri jasat bayinya sambil menyodorkan sisa roti tawar yang di bawanya ke mulut bayinya. Sang ibu berharap supaya bayinya belum mati dan bangun untuk memakan roti tawar tersebut. Tapi bayinya tak kunjung bangun dan air mata sang ibu itu keluar semakin deras.

Alangkah sedihnya hati sang ibu itu. Apalagi melihat orang yang lalu lalang tidak menghiraukan derita sang ibu. Walau pun begitu, sang ibu tetap sabar dan terus berusaha membangunkan bayi yang amat di sayanginya. Tak lama kemudian sang ibu pergi lagi beberapa saat meninggalkan jasat bayinya dan kembali lagi dengan membawakan sisa biskuit yang sudah terbuang kesukaan bayinya. Dengan senyum kasih sayang penuh ke sabaran, kembali sang ibu menyodorkan biskuit itu ke mulut bayinya. Sang ibu sangat berharap sekali melihat bayinya bangun dan memakan biskuit itu. Tapi lagi-lagi bayinya tidak bergeming sedikit pun. Sang ibu pun tertunduk menahan kesedihannya dan menitikkan air mata yang semakin deras keluar mengalir dari kelopak matanya.

Kini sang ibu hanya bisa pasrah menangisi mayat bayinya yang masih tergeletak di pinggir jalan. Untung saja ada si Vian.. pemuda baik hati yang kebetulan lewat saat itu. Dengan wajah iba, si Vian langsung membuka baju serta celananya dan membungkus jasat bayi itu dengan baju dan celananya, layaknya saat proses pengafanan mayat, dan langsung menggotong jasat bayi itu ke suatu tempat untuk segera di makamkan. Setelah selesai menguburkan bayi malang itu, si Vian menghampiri ibu dari bayi malang itu sambil berkata ''puss...ckckck ...'' sahut si Vian sambil memanggil ibu dari bayi malang itu. Sang ibu langsung menyaut. ''meong..!'' Lalu sang ibu kucing itupun pergi mengikuti majikan barunya pulang dan begitulah ceritanya... :D

Jiaah.. Jangan lebay gitu ah.. Masa cerita tentang anak kucing mati aja pake di tangis-tangisin gitu.. Pake ngabisin tisu lagi... Wkwkwkwk
Just for fun ya guys, maklum saja tugas menumpuk membuat saya stress dan butuh hiburan, semoga kalian senang ya,,,

Selasa, 18 Desember 2012

Merindukanmu (Sahabat)

Aku merindukannya..
Merindukan pelukan hangatnya
Yang selalu ia berikan saat aku bersedih

Aku merindukannya...
Merindukan tangannya
Yang menghapus lembut airmata ku
Disaat aku menangis

Aku merindukannya...
Merindukan suara tegasnya
Suara yang menasihatiku
Disaat aku mulai merasa jenuh akan hidup ini

Aku merindukan diam-Nya
Diam saat aku mulai marah
Diam saat aku butuh waktu untuk sendiri

Ya, aku merindukan dirinya...
Merindukan sosoknya..
Merindukan semua yang pernah ia lakukan..
Aku merindukannya..
Ia sahabat ku...
Sahabat yang telah lama tak berjumpa

Sahabat...
Aku merindukanmu..
Kapankah kita bisa berjumpa lagi??
Kapankah kita bisa bersenda gurau lagi??
Kapankah???

Aku Merindukanmu

Selasa, 20 November 2012

15 Sifat Dasar Manusia Dalam Al-Qur'an


1. Manusia itu LEMAH,   “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” (Q.S. Annisa; 28)

2. Manusia itu GAMPANG TERPERDAYA    “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah” (Q.S Al-Infithar : 6)

3. Manusia itu LALAI,  “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Q.S At-takaatsur 1)

4. Manusia itu PENAKUT / GAMPANG KHAWATIR, berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S Al-Baqarah 155)

5. Manusia itu BERSEDIH HATI,    “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Q.S Al Baqarah: 62)

6. Manusia itu TERGESA-GESA, Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra’ 11)

7. Manusia itu SUKA MEMBANTAH,    “Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” (Q.S. an-Nahl 4)

8. Manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN,   “Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S Yunus : 12)    “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Q.S al-Alaq : 6)

9. Manusia itu pelupa,   "Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.” (Q.S Az-Zumar : 8 )

10. Manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH, “Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (Q.S Al Ma’arij : 20),
“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (Q.S Al-Fushshilat : 20)
“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa” (al-Isra’ 83)

11. Manusia itu KIKIR , "Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan adalah manusia itu sangat kikir.” (Q.S. Al-Isra’ : 100)

12. Manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT, Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (Q.S. Az-Zukhruf : 15)
sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (Q.S. al-’Aadiyaat : 6)

13. Manusia itu DZALIM dan BODOH, “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, ” (Q.S al-Ahzab : 72)

14. Manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA, “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.S Yunus 36)

15. Manusia itu SUKA BERANGAN-ANGAN, “Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.” (Q.S al Hadid 72)


Itulah 15 sifat manusia yang disebutkan dalam al-Quran. Mengerikan bukan? Adapun islam, sudah memberikan solusi untuk segala sifat buruk manusia ini. Sungguh nikmat iman dan islam ini bukanlah sesuatu yang kita dapat dengan murah!!!

Pertama, tetap berpegang teguh kepada tali agama dan petunjuk-petunjuk dari Allah
Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Q.S al-Baqarah : 38)

Kedua, tetap berada dalam ketaatan sesulit apapun situasi yang melanda
tetap berada dalam ketaatan disini, berarti bersegera menyambut amal-amal kebaikan. Mungkin seperti syair yang dilantunkan Abdullah bin Rawahah untuk mengembalikan semangatnya saat nyalinya mulai ciut di perang mut’ah ketika dua orang sahabatnya yang juga komandan pasukan pergi mendahuluinya. “wahai jiwa, jika syurga sudah di depan mata mengapa engkau ragu meraihnya”

pun Allah berfirman “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (Q.S. Ali Imran : 133)

Ketiga, jaga keimanan kita,  adalah hal yang wajar, iman seseorang naik turun dan berfluktuatif. Sama mungkin seperti yang dikhawatirkan sahabat Hanzalah, ketika ia curhat kepada abu Bakar bahwa ia termasuk orang yang celaka. Mengapa demikian? karena ia merasa Imannya turun ketika jauh dari Rasulullah. Ternyata itu pula yang dirasakan lelaki dengan iman tanpa retak itu. Hinga mereka berdua akhirnya menghadap Rasulullah. Mendengar permasalahn mereka, Rasulullah hanya tersenyum dan menjawab, “selangkah demi selangkah Hanzalah!”

Tetapi sungguh, iman seorang mukmin yang baik, akan tetap memiliki trend yang menanjak.

Disinilah mungkin loyalitas kita kepada Allah diuji. Apakah kita bisa, belajar mencintai Allah diatas segala sesuatu, belajar mencintai sesuatu karena Allah, serta belajar membenci kekufuran!!!

Keempat, Berjama’ah , manusia itu lemah ketika sendiri dan kuat ketika berjama’ah. Adakah yang meragukannya?

(Postingan ini dikutip dari muallaf Center online, semoga bermanfa'at bagi yang meluangkan waktu utk membacanya)

Jumat, 10 Agustus 2012

Puisi Tentang Sahabat (repost dari blog lama)

Sebelumnya, aku cuma mau repost puisi ini dari blog punya ku (Sintya Putri P) penasaran? kalau mau lihat aslinya klik aja tulisan dalam tanda kurung itu, kalau males repot sih liat ini ajah tapi di like atau komentarnya dong.. jangan pelit *hihiihihihi*..

Hitam dan Kelabu...
Awalnya hanya ada dua warna yang melekat padaku
Dilupakan atau dibuang..
awalnya hanya ada dua kata yang ku ingat dalam hidupku

Diam atau salah..
Itulah yang biasa ku lakukan dalam hidupku
Mengerti atau diacuhkan..
adalah hal yang tak pernah luput dalam diriku..

Tapi...
Semuanya berubah
Saat kau datang dengan senyum
memberikan ku sesuatu yang belum pernah aku rasakan sebelumnya

Bukan warna hitam dan kelabu saja..
kini ada banyak warna yang kau berikan di hidupku
Bukan dilupakan atau dibuang..
Tapi kini aku merasa diingat dan disimpan dalam hatimu

Bukan diam lalu salah yang kini kuarasa
tapi mulai bicara dan didengar oleh mu
Dan juga bukan hanya mengerti dan diacuhkan..
kini aku merasa dimengerti dan mulai dihargai..

Semua itu mulai kudapatkan saat kau datang..
menawarkan segelas bahkan lebih
dari kasih sayang
ya, kasih sayang dalam sebuah kata yang begitu manis
yaitu..
SAHABAT..

wedeeeh gimana mbak, mas? jelek yah? maklum yah newbie cuyy
koment dong cuy walau cuma minta buat kunjungin blog ente.. ente komen, ane jadi followers ente deh asalkan di blog ente ada ikon follownye,, sip bro!!