Bebas (14) Curhat (13) Lirik Lagu (5) Tugas Kuliah (28)

Selasa, 23 April 2013

Mengenalkan Ekonomi Hijau di Indonesia


Ekonomi Hijau adalah sebuah rezim ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan. Ekonomi Hijau juga berarti perekonomian yang rendah atau tidak menghasilkan emisi karbon dioksida dan polusi lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial.
Ekonomi Hijau sendiri sudah banyak dilakukan di negara-negara maju seperti Amerika, Brazil, dan negara yag berada dikawasan Eropa. Lalu, apakah Indonesia akan memberlakukan Sistem Ekonomi Hijau tersebut? Entahlah, karena sampai saat ini, ekonomi hijau di Indonesia masih berupa wacana dan belum diberlakukan oleh undang-undang, Namun, sudah ada daerah-daerah di Indonesia yang mulai mencoba untuk mengenalkan dan memberlakukan ekonomi hijau, contohnya adalah Dumai.
Seperti dilansir Tribunpekanbaru.com 15 April lalu, Dalam pelaksaan HUT kota Dumai, akan dilaksanakan Dumai Ekspo 2013 yang dimulai pada tanggal 27 April sampai 2 Mei mendatang yang mengusung tema Ekonomi Hijau. Kenapa harus Ekonomi Hijau? dikarenakan dengan mengedepankan konsep ekonomi hijau, diharapkan, seluruh pelaku bisnis yang ada di Dumai untuk peduli kepada lingkungan. Sehingga tidak hanya semata-mata mencari keuntungan tanpa memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
Indonesia sendiri sebenarnya sudah dilirik oleh negara lain yang menawarkan kerjasama ekonomi hijau, salah satunya adalah Denmark, negara yang pertama kali menyatakan akan terbebas dari ketergantungan minyak bumi pada tahun 2050 dan juga mendeklarasikan diri sebagai negara dengan kadar karbon (CO2) netral pada tahun 2025. Seperti yang diberitakan di Kompas.com pada tanggal 4 Maret, Kunjungan Menteri Perdagangan dan Investasi Denmark Pia Olsen Dhyr diharapkan bisa meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia, karena Denmark menawarkan kerja sama investasi proyek infrastruktur berbasis ekonomi hijau. Dengan adanya tawaran dari Denmark, diharapkan Indonesia bisa banyak belajar tentang ekonomi hijau dari negara tersebut.
Seperti yang dikatakan diawal, di Indonesia sendiri, ekonomi hijau masih berupa wacana dan belum dimuat dalam undang-undang. Jadi untuk pelaksanaan ekonomi hijau sendiri pun belum terlalu direalisasikan, semoga saja usaha pemko Dumai dan tawaran dari Denmark bisa menjadi langkah awal untuk merealisasikan ekonomi hijau di Indonesia setahap demi setahap. Selain itu diperlukan juga peran penting dari masyarakat Indonesia sendiri supaya ekonomi hijau bisa berjalan di Indonesia.

Senin, 04 Maret 2013

Curhat Sore Gak Jelas *2*

Huawacaaaiii... Saya datang lagi untuk melanjutkan Curhat Sore yang gak jelas ini huahahahahaha.. yah masih seputar kisah cinta saya dengan S yang ternyata harus kandas diusia 6 bulan.. Hah? apa? galau?? bentar doang kok galau-nya. Buat apa lama-lama galau coba hahaha
yaudah gak mau banyak cingcong..

Cekidot...


Pagi ini, aku sedang berada di salah satu puskesmas. Tak lama, ada sebuah pesan masuk dari S.. Inti-nya ia mengatakan kalau kita harus berakhir.. Yah ceritanya panjang, setelah cerita curhat sore yang pertama, aku berhasil menceritakan semua-nya.. Dan pada akhirnya kita memutuskan untuk break sementara hingga kemarin malam kami bertengkar hebat karena adanya wanita yang mengaku sebagai adik-adikan (adik bohongan) si S.

Jujur pada saat itu aku merasa kehadiran "adik" si S ini terlalu disengaja, sepertinya ia bukan hanya sekedar "adik" tapi seperti kekasihnya. Pada awalnya kami break, kami membuat kesepakatan bahwa kami tidak akan berubah, tetap berhubungan walaupun bukan sebagai pacar, tapi kejadian tadi malam benar-benar merubah semua-nya. Aku mungkin tak bisa menceritakan secara detail, tapi kehadiran "adik" si S merusak mood aku untuk menelpon S. Yah inti-nya aku marah, dan S bilang "kamu yang bilang sama aku kalau aku gak boleh berubah, tapi sekarang kamu yang berubah, aku kecewa sama kamu." Apa?? kecewa?? Aku berubah?? hmm makin mencurigakan.

Aku segera sms S dengan isi "kamu yang berubah, kamu mau aku telpon kamu, tapi yang aku denger malah suara si rese itu, aku yakin dia bukan sekedar adik bagi kamu. jujur!". terkirim, tapi tak ada balasan, sampai pada pagi ini ia sms sambil mengakui bahwa wanita itu memang kekasihnya, baru kemarin malam mereka berpacaran, dan ia mengaku menerima tawaran cinta dari si wanita itu karena ia ingin aku segera menerima si orang baru itu. Memang dari awal ia memutuskan break karena ia mau aku mendapatkan kekasih yang lebih baik dari dirinya. Yah mendengarnya sempat kaget, ingin aku menangis namun tak mungkin karena aku sedang berada di puskesmas, namun sekuat apapun aku menahan tangis, airmata ini tetap mengalir.

Aku ingin berakhir dengan tenang, maka dari itu aku berkata perlahan bahwa aku mengerti maksudnya. Yah, pada intinya kami memang benar-benar harus berakhir diusia 6 bulan ini kami harus mengakhiri semuanya. Tapi ada satu janji yang kami sepakati, bahwa kami akan terus saling menghubungi, mungkin disini aku yang lebih sering menghubungi dia karena aku butuh dia untuk bercerita, kami sekarang berteman, ahh mungkin bersahabat.

Satu hal yang ingin aku ucapkan padanya, namun tak sempat karena ia harus kembali bekerja. huuft biarlah mungkin nanti malam aku bisa sms dia dan mengatakan semuanya. Intinya aku hanya ingin berterimakasih. Apa? kenapa harus berterimakasih? kalian akan tahu, karena aku akan mengatakan disini terlebih dahulu,

Untuk mu SSP, lelaki 29 Agustus 2012 ku.
Trimakasih, karena telah memberikanku kasih sayang yang tak bisa ku hitung, Terimakasih telah mengajarkanku mencintai dengan apa adanya. Terimakasih telah mengajariku tertawa saat menghadapi masalah, Terimakasih telah mengajariku menangis.
Untuk dirimu disana, Tak ada yang bisa kukatakan selain terimakasih, karena kamu mengajariku banyak hal.. Tentang kehidupan dari dunia hitam, Tentang kasih sayang, Tentang luka, dan Tentang bahagia.
Terimakasih telah menjadi sumber inspirasi ku 6 bulan terakhir ini, Maaf jika selama ini aku banyak mengecewakanmu, aku membuatmu marah, dan aku juga pernah membuatmu mengalami kecelakaan. 6 bulan yang indah.. 
Kenapa indah? karena kamu memberiku banyak warna, Yah semoga kehidupan kita masing-masing sesuai dengan yang diharapkan. Aku dan dia, sedangkan Kamu dengan wanita itu. Aku akan selalu menyayangimu walaupun itu harus sebagai menjadi teman :)
I love You 290812 (start) 040312 (end)



Hoey, apa lagi? masih ngarep lanjutannya? ya berdoa aja moga ada lanjutannya, okelah saya mau ikutan salah satu teman saya, Amelia Ratri yang punya Sugesti Sexy, Free, and Single hahahaha
Sekedar pemberitahuan, S dan wanita itu mengikat hubungan pacaran pada tanggal 030313,, hmm aku jadi pingin 130313 ada yang jadi pemilik hati ku ini hahaha *sarap!* *kaboooor*

Bubay All, sampai ketemu di Curhat Sore Gak jelas Selanjutnya.. muachh :*
 

Jumat, 01 Maret 2013

Curhat sore gak jelas *1*

Awalnya hanya ingin coret-coret, tapi pas cek blog, kok sepi yah?? mana gak ada kehidupan pula.. Okelah saya masukin aja curhat coret-coretnya biar ada yang hidup *eh* *ampun gak ada niat apa-apa*
curhat masalah cinta lagi nih hihihi

CEKIDOOTTTT

Sore ini, aku sedang dilanda galau berlebih (hmm setiap hari aku juga galau terus sih *aish*). Galau kali ini dikarenakan aku sedang berada dalam dua pilihan, mempertahankan orang yang tak pernah ada kabarnya dan hanya menghubungi ku saat ia butuh saja, atau memilih hmm lebih tepatnya menerima tawaran cinta yang baru dari orang yang sepertinya serius padaku. Kadang aku berfikir untuk segera menerima cinta yang baru dan melepaskan orang yang lama, tapi kadang pula aku berfikir mempertahankan orang yang lama dan mengabaikan orang yang baru, namun kadang aku memilih untuk mempertahankan orang lama dan juga menerima orang baru, semacam selingkuh namun banyak orang bilang "walaupun si dia selingkuh, kamu tetep gak boleh selingkuh, tunjukin kalo kamu sayang dia dengan tidak membalas perbuatan dia. Toh dia juga akan sadar." yaah benar juga sih. Okelah pilihan ketiga aku lupakan dulu.

Sedang asyik-asyiknya melamun, ada pesan masuk dari seseorang, orang lama. Sebut saja orang lama itu S. S sms aku singkat.. sangat singkat isinya "Bun, telpon dong." waw singkat kan? ya kan? *maksa*. Oke lanjut, aku segera masuk kamar dan langsung nelpon S. Sebelum menelpon ku sempatkan merangkai kata-kata untuk menjelsakan bahwa ada orang lain yang menginginkanku. Tarik nafas panjang, dan telpon S.  beginilah kira-kira percakapan ku dengan S.
(A= aku, S= orang lama)

tuuuut..
S: "halo assalamualaikum Bun." (suara yang ceria)
A: (diam sejenak, rindu dengan suaranya yang ceria. kemudian meneteskan airmata) "walaikumsalam Beb."
S: "suara kamu kenapa Bun? kayak orang nangis?
A: (dalam hati: "Ya Allah, mana bisa aku beri ia kabar buruk ini saat suasana hatinya senang?") "hmm gak apa-apa kok beb, aku gak nangis (suara seramah mungkin.)"
S: "ciyus kamu gak nangis? miapa??"
A: "haha jangan alay ah, (hapus airmata) iya sayang, aku gak apa-apa. kamu lagi apa?" (mengalihkan pembicaraan)
S: "lagi istirahat nih Bun, abis nganter barang. Eh kamu beneran gak apa-apa? ada masalah ya kayaknya?"
A: "hehe gak kenapa-kenapa sayang.. gak ada masalah kok."
S: "iyadeh aku percaya.. kamu lagi apa Bun? udah makan?"
A: "udah kok Beb, aku lagi dikamar aja nih, males keluar. (huuft harus bohong lagi)"
S: "makan pake apa?"
A: "pake sayur labu. kamu kalau lagi istirahat mending tidur aja. kamu kan kurang tidur."
S: "maunya tidur sih Bun, tapi kalau orang kangen gimana sih? mana bisa tidur nyenyak."
A: (deg.. aku juga kangen kamu *dalam hati) masa sih?? terus pacar kamu yang dulu di palembang gak dikangenin??
S: "ah dia, gak lah. walaupun waktu itu aku selingkuh, tapi itu karena aku butuh tumpangan makan waktu di Palembang. jadi ngapain di kangenin kalo udah ada kamu yang selalu kangen aku dan selalu aku kangenin serta aku inget dalam hati. kamu tau kan? dalam hati ini hanya ada dua nama, kamu dan..."
A: (memotong pembicaraan) "Dea, almarhumah cewek kamu sebelum kamu kenal aku. Ya kan?? aku gak pernah lupa kalimat kramat kamu."
S: "kamu memang perhatian yah Bun, aku makin sayang kamu."
A: (apa kalau aku ceritakan bahwa ada orang yang nembak aku, kamu akan tetep sayang aku? *dalam hati) "iya makasih ya sayang."
S: "iya sama-sama tambun ku. hehehe. hoaaam aku ngantuk nih Bun, aku bobo aja ya."
A: "iya sayang. hmm malam kamu ada waktu?"
S: "diatas jam 8 aku selalu ada waktu, apalagi kalau kamu mau nelpon. aku selalu ada waktu, kamu aja kemarin gak sms atau nelpon aku."
A: (kemarin aku telponan sama orang yang nembak aku *dalam hati) "pulsaku habis kemarin. belum sempet beli. yaudah jam 9 aku telpon ya."
S: "iya sayangku. aku bobo yah, hmm love you."
A: "love you too."
tut tut 


Satu menit, dua menit, tiga menit, aku langsung nangis. Ya Allah apa yang harus aku lakukan??  semua kata-kataku lenyap begitu saja. aku harus apa?? aku takut kecewa saat aku melepas S dan menerima yang baru. namun aku juga tak kuat jika terus berlama-lama menjalani hubungan jarak jauh ini. aku mulai menyayangi orang baru itu, namun rasa sayangku pada S tak luntur. huuuft...


WOY! APA? masih di pantengin aja? udah abis ceritanya, kalo ada waktu inshaallah di lanjut ke part 2.
eh mau banget ya tau kelanjutannya? kepo deh *eh* hahaha yaudah tapi gak janji ya :)
hmm mau cari komik online dulu deh, ilangin galau. bubaay :*

Rabu, 30 Januari 2013

Makna 17 Tahun (True Story)


         “Aku harap, diumurku yang ke 17 tahun nanti akan ada pesta meriah, semua orang bahagia, semua orang yang ku kenal datang memberi hadiah, dan kalau bisa sebelum 17 tahun aku sudah dapet pacar jadi pas umurku 17 tahun pacarku dateng ngasih surprise. Pasti seru deh.”
Itulah harapan ku saat aku melihat pesta ulang tahun salah satu temanku saat aku berumur  16 tahun. Tapi harapan itu kini tinggal angan saja, bagaimana tidak? Pesta meriah itu takkan pernah berlangsung,  jangankan pesta, orangtua ku saja tak mungkin ingat jika aku tak mengingatkan mereka sehari sebelum hari H. Hadiah? Jangan pernah harap lagi akan hadiah jikalau pesta saja tak ada. Kekasih? Ia terlalu sibuk dengan dunianya sampai iapun lupa bahwa aku kini menginjak dewasa.
“ARRRGGHH!!! Aku benci semuanya, keluarga ku, kekasihku, teman-temanku. Aku benci angka 17, aku benciiiii!!!”
         Itulah yang sempat ku fikirkan, aku marah, karena semua tak sesuai harapan, jika saja adik ku yang terakhir tidak akan khitan dibulan Februari, mungkin saat ini kami sedang membicarakan apa yang akan dibuat besok dihari ulangtahun ku, akupun sempat membenci adikku, aku menyalahkan dia dan rencana (yang saat itu aku fikir) bodoh yang ia pinta. Hingga pada akhirnya aku hanya bisa menangis meratapi nasib ulangtahun ke 17 taun ku yang benar-benar buruk.
Entah apa yang aku fikirkan, aku membuka akun facebook ku, biasanya untuk saat seperti ini hanya facebook lah tempat aku meluapkan kekesalanku, entah itu melalui foto yang diedit-edit, status, sampai kubuat catatan. Tapi malam itu aku hanya ingin menulis status. Yah kuketik lah huruf per huruf hingga membentuk sebuah kalimat.

Gak ada yang sadar besok hari apa saking sibuknya nyiapin pesta khitanan adek :'(
cuma ngarep keajaiban
            Itulah status pertama ku, ah entah kenapa aku tak puas. Kuketik lagi Status lain
Anggap aja besok ga ada apa-apa :) toh orangtua gue pun gak ada yang inget :P

Status kali ini mengundang teman-teman ku berkomentar
“Happy birthday mba pussss, happy birthdayy mba pusss...” Komentar temanku yang bernama Ata.
“Aah gue bilang kan anggap aja besok ga ada apa-apaan.” Balasku dikomentar.
“Ooo tidak bisaaa.” Respon Ata.
“Gak usah diucap lah, gue lagi sedih..” Balas ku lagi.
Saat aku membalas komentar dari Ata aku memang mulai muak dengan ucapan “Happy Birthday” dan sejenisnya, sangat muak.
“Ya... si mbaaakk...mkin nambah umur jangan mau galau terus dong... umur aja makin nambah, kitanya juga harus bisa nambah kekuatan diri untuk melangkah.. jangan mau galau-galau terus mbak...” Tiba-tiba temanku yang lain bernama Steve ikut berkomentar.
Aku terdiam membaca komentar dari Steve.
“Loe gak tau sih Steve gimana perasaan gue, sakit tau.” Fikirku. Namun, balasanku berbeda.
“Bukan gitu Steve, gue nya lagi gak mood aja.. keluarga sendiri aja gak ada yang ngeh,, terlalu sibuk sama adek..” Balasku menanggapi komentar Steve.
“Aduuuhh mbak...keluarganya cuman yang di rumah doaankk ??? trus kita selama ini dianggap apaa ??? (*apaan sih lo Steve???? gak jelas -______-") gini aja deeh mbak.. life goes on kok... nikmatin aja dlu apa yang ada... tawa dan sedih itu selalu silih berganti, jadi semua tinggal kembali kepada kitanya untuk menanggapinya scara bijak...” Steve merespon.
Aku tersentak membacanya, walaupun ia memberikan unsur komedi dalam komentarnya, tapi tetap saja aku kaget, kalimat “keluarganya cuman yang dirumah doaankk??? Trus kita selama ini dianggap apaa??” itu benar-benar membuka mataku, Steve benar, keluargaku tak hanya yang dirumah saja, tapi sahabat ku dan teman-temanku juga termasuk keluarga. Aku tersenyum lalu kuketik lagi status baru, meninggalkan perdebatan konyol yang Ata dan Steve lakukan di kotak komentar memenuhi pemberitahuan akun facebook ku.

Ulang tahun itu gak perlu ucapan selamat, gak perlu pesta meriah, yang penting ada orang-orang tersayang disekitar kita aja itu udah cukup..
Lebih cukup lagi kalo ada orang-orang yang sayang sama kita juga nyemangatin diri kita,,,
Thanks to Steve and Ata yang udah buka pemikiran gue malam ini.. loe berdua emang the best :')
Ya aku benar-benar berterimakasih pada mereka berdua, entah aku harus bagaimana lagi mengungkapkan terimakasih ku pada mereka. Fikiranku mulai terbuka, kini aku tak lagi membenci angka 17, terimakasih ya Allah kau mengirimkan hamba teman-teman yang peduli pada hamba.
Dan aku lagi-lagi terkejut, ibuku berbisik padaku saat aku sedang minum karena kehausan akibat menangis terlalu lama.
“Besok, bawa bolen ya buat temen-temen kamu, tapi kamu beli sendiri. Maaf ibu sama bapak gak bisa ngerayain, sibuk banget. Kapan-kapan kita makan gado-gado ya sesuai keinginan kamu.”
Ibuku memang tak mengucapkan selamat ulangtahun atau sejenisnya, tapi ibuku masih mengingat bahwa aku pernah berkata aku ingin makan gado-gado sekeluarga saat ulangtahun ku. Aku hanya mengangguk-angguk, dalam hati aku mengutuk diriku yang berprasangka buruk pada orangtua ku sendiri.
Dan aku lagi-lagi diberi pencerahan oleh kekasih ku yang memang baru sampai di Jakarta setelah mengantar barang dagangan ke Jogja, ternyata ia tak lupa ulangtahunku, ia ingat namun karena ia lupa tak membawa handphone, maka ia tak bisa menghubungiku tepat waktu dan baru bisa mengucapkan happy birthday sehari sesudahnya sambil mengomentari status facebook ku yang dikomentari oleh Steve dan Ata.
“Kamu ini kayak anak kecil, ulang tahun malah seneng. Harusnya kamu berdoa, umur kamu nambah berarti waktu kamu mendekati kematian pun semakin dekat. Menuju kematian kok malah seneng-seneng. Lihat sayang, dibawah kamu masih banyak yang kurang beruntung. Daripada dibuang-buang buat pesta yang gak ada gunanya mendingan buat mereka. Dengar ya sayang, umur kamu sekarang 17 tahun, kamu harus bisa berfikir dewasa. Jangan kayak anak kecil. Aku gak akan pernah setuju kalau kamu ngerayain ulang tahun dengan berlebihan. Kalau mau mendingan buat santunin anak yatim dan fakir miskin.” Ucap kekasihku saat aku menelponnya.
Ini benar-benar tamparan keras untukku, benar kata kekasihku. Aku malu pada diriku sendiri, bisa-bisanya aku bertindak bodoh dan kekanak-kanakan. Trimakasih sayangku, kau membantu menyadarkanku. Aku tak menyangka seseorang seperti dirinya yang terlihat berandalan ternyata bisa lebih berfikir cerdas dibanding aku yang statusnya mahasiswa.
“Ini bukan tentang bagaimana pesta yang meriah, kado yang banyak, surprise yang hebat, dan makanan yang mewah. Tapi ini adalah proses kedewasaan, dimana kita harus melangkah maju kedepan, menyongsong tugas baru yang yang semakin berat seiring bertambahnya usia, meninggalkan kebiasaan lama yang tak penting dan membuka lembaran baru tentang bagaimana menghadapi kehidupan selanjutnya dengan bijak. Ini bukan saatnya main-main lagi, karena umur 17 tahun adalah gerbang yang mengantarkan kita menuju kedewasaan dan meninggalkan masa remaja dan kanak-kanak.” Kataku dalam hati
“Tak perlu pesta mewah, kejutan yang hebat, dan kado yang banyak, yang sebenarnya dibutuhkan adalah dukungan moril orangtua, keluarga, sahabat dan teman-teman agar kita tak salah melangkah dalam proses kedewasaan.Trimakasih ya Allah, kau banyak memberikan hamba pelajaran selama masa ulang tahun hamba.” Fikirku sebelum aku tertidur mengakhiri hari itu.


TAMAT

Senin, 14 Januari 2013

Bayi Malang Yang Dikubur Tanpa Kain Kafan

Di pinggiran kota. Terdapatlah seorang ibu dengan bayinya yang mungil yang hidup serba kekurangan tanpa adanya sebuah rumah untuknya bernaung. Di atas trotoar adalah tempat tinggal mereka. Tanpa adanya uang, ibu dan bayi kecilnya itu bertahan hidup dengan sisa makanan bekas orang yang sudah di buang..

Demi mendapatkan makanan, sang ibu terpaksa meninggalkan bayinya di atas trotoar beberapa saat dan kembali lagi jika sang ibu sudah menemukan makanan untuk mereka makan. Kalau tidak begitu, mereka berdua akan mati kelaparan. Begitulah beratnya perjuangan ibu yang jadi gelandangan di pinggir jalan yang jauh dari belas kasihan orang yang berduit. Meski pun begitu, sang ibu tetap berjuang demi hidupnya dan juga masa depan bayi kecilnya itu.

Suatu hari saat sang ibu hendak pergi mencari makanan, seperti biasa sang ibu meletakkan bayinya yang sudah tidur di sudut trotoar yang agak teduh dan barulah sang ibu itu pergi untuk mencari makanan. Berharap ada sisa makanan yang terbuang, sang ibu pun berangkat. Tapi tanpa disadari, bayi yang di letakkannya di sudut trotoar itu tiba- tiba bangun dan merangkak turun dari trotoar. Alhasil.. BRAAAK...!!! Sebuah kecelakaan pun terjadi. Bayi malang itu pun langsung meregang nyawa setelah di sambar oleh motor yang melaju kencang dengan kondisi mengenaskan. Sang ibu pun langsung menjerit melihat bayinya yang sudah tak bernyawa tergeletak di pinggir jalan. Sedangkan pengendara motor itu tidak mengabaikan bayi yang di tabraknya dan terus melaju seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dengan bercucuran air mata, sang ibu langsung menghampiri  jasat bayinya dan menggoncang-goncangkan tubuh bayinya supaya bayinya bangun. Sang ibu masih tidak percaya melihat bayi yang sangat di sayanginya itu sudah tiada.

Tak ada satu pun orang yang memberikan pertolongan. Padahal di lokasi kejadian, orang yang lalu lalang cukup ramai. Tapi mereka justru cuek-cuek bebek melihat kejadian itu.  Astaga.. Di manakah perasaan mereka yang berada di lokasi kejadian...? Sang ibu pun pergi meninggalkan jasat bayinya sebentar. Dan beberapa saat kemudian sang ibu datang lagi dengan membawa sisa roti tawar. Sang ibu kembali menghampiri jasat bayinya sambil menyodorkan sisa roti tawar yang di bawanya ke mulut bayinya. Sang ibu berharap supaya bayinya belum mati dan bangun untuk memakan roti tawar tersebut. Tapi bayinya tak kunjung bangun dan air mata sang ibu itu keluar semakin deras.

Alangkah sedihnya hati sang ibu itu. Apalagi melihat orang yang lalu lalang tidak menghiraukan derita sang ibu. Walau pun begitu, sang ibu tetap sabar dan terus berusaha membangunkan bayi yang amat di sayanginya. Tak lama kemudian sang ibu pergi lagi beberapa saat meninggalkan jasat bayinya dan kembali lagi dengan membawakan sisa biskuit yang sudah terbuang kesukaan bayinya. Dengan senyum kasih sayang penuh ke sabaran, kembali sang ibu menyodorkan biskuit itu ke mulut bayinya. Sang ibu sangat berharap sekali melihat bayinya bangun dan memakan biskuit itu. Tapi lagi-lagi bayinya tidak bergeming sedikit pun. Sang ibu pun tertunduk menahan kesedihannya dan menitikkan air mata yang semakin deras keluar mengalir dari kelopak matanya.

Kini sang ibu hanya bisa pasrah menangisi mayat bayinya yang masih tergeletak di pinggir jalan. Untung saja ada si Vian.. pemuda baik hati yang kebetulan lewat saat itu. Dengan wajah iba, si Vian langsung membuka baju serta celananya dan membungkus jasat bayi itu dengan baju dan celananya, layaknya saat proses pengafanan mayat, dan langsung menggotong jasat bayi itu ke suatu tempat untuk segera di makamkan. Setelah selesai menguburkan bayi malang itu, si Vian menghampiri ibu dari bayi malang itu sambil berkata ''puss...ckckck ...'' sahut si Vian sambil memanggil ibu dari bayi malang itu. Sang ibu langsung menyaut. ''meong..!'' Lalu sang ibu kucing itupun pergi mengikuti majikan barunya pulang dan begitulah ceritanya... :D

Jiaah.. Jangan lebay gitu ah.. Masa cerita tentang anak kucing mati aja pake di tangis-tangisin gitu.. Pake ngabisin tisu lagi... Wkwkwkwk
Just for fun ya guys, maklum saja tugas menumpuk membuat saya stress dan butuh hiburan, semoga kalian senang ya,,,