Bebas (14) Curhat (13) Lirik Lagu (5) Tugas Kuliah (28)

Minggu, 11 Oktober 2015

Pengertian Etika dan Contoh Kasus Dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Etika

Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).

Menurut Hamzah Yacub, Pengertian Etika adalah ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dan memperlihatkan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran. Sedangkan pengertian Etika menurut Dr. James J. Spillane SJ, Etics atau etika memperhatikan atau mempertimbangkan tingkah laku manusia dalam pengambilan keputusan moral. Etika mengarah atau menghubungkan penggunaan akal budi individual dengan objektivitas untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah laku seseorang terhadap orang lain. Lalu menurut Asmaran, Pengertian Etika adalah studi mengenai tingkah laku manusia, tidak hanya menentukan kebenaran-kebenarannya sebagaimana adanya, tetapi juga menyelidiki manfaat atau kebaikan dari seluruh tingkah laku manusia. WJS. Poerwadarminta ikut mengemukakan pengertian Etika yang artinya Etika adalah ilmu pengetahuan mengenai asas-asas akhlak (moral). Pengertian Etika menurut Soergarda Poerbakawatja, ialah filsafat mengenai nilai, kesusilaan, tentang baik dan buruk, kecuali etika mempelajari nilai-nilai, ia juga merupakan pengetahuan mengenai nilai-nilai itu sendiri.

Dalam bahasa Indonesia kata etika ini kurang begitu populer dan jarang dipergunakan, istilah etika lebih sering dipergunakan dalam kalangan terpelajar. Kata yang sepadan dengan etika serta yang biasa dipergunakan di dalam masyarakat adalah susila atau kesusilaan. Sedangkan Etika dalam hukum islam merupakan bagian dari akhlak. Etika merupakan bagian dari akhlak, karena akhlak bukan hanya menyangkut perilaku manusia yang bersifat perbuatan lahiriah saja. Akhlak ini mencakup hal-hal yang lebih luas, yaitu meliputi bidang akidah, ibadah dan syariah.

Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Contoh Kasus Pelanggaran Etika

Kasus Pertama

Commuterline adalah salah satu moda transportasi terbaik untuk melakukan perjalanan sekitar Jabodetabek. Selain nyaman dan cepat,  transportasi ini juga murah. Namun, disisi lain banyak sekali hal-hal yang mengganggu. Sebagai contoh, dalam tiap rangkaian kereta sudah disediakan bangku prioritas untuk manula, ibu hamil, penyandang disabilitas dan ibu yang membawa anak.  Namun masih saja ada orang-orang yang tidak sadar peruntukkan bangku prioritas tersebut, seperti saat berada dalam rangkaian kereta yang sesak dan masuklah seorang Ibu tua, kebanyakan dari penumpang akan masa bodoh dengan keadaan ibu tersebut, tidak jarang mereka pura-pura tidur agar tak diganggu.

Solusi:

Selain peraturan tertulis berupa gambar-gambar dari PT KCJ, seharusnya ditiap rangkaian kereta disediakan satu atau dua pengawal kereta api (Walka) yang bertugas menjaga tiap rangkaian gerbong dan menjaga peruntukkan bangku prioritas tersebut, selain itu para penumpang juga diberi himbauan dari pusat informasi untuk tetap memprioritaskan manula, wanita hamil, penyandang disabilitas dan ibu yang membawa anak. Jika diperlukan, tiap yang tidak peduli dengan peruntukkan bangku prioritas bisa dikenakan denda dan diberi arahan supaya mereka yang masih muda dan kuat untuk berdiri sadar akan lingkungannya dan mempunyai etika

Kasus Kedua

Seorang mahasiswa diberi tugas oleh dosennya untuk membuat tulisan yang nantinya akan diposting di blog dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Selama beberapa hari mahasiswa tersebut tak mendapatkan ide untuk dituangkan dalam tulisannya, hingga akhirnya ia tahu bahwa salah satu temannya sudah memposting tugasnya di blog. Ia pun langsung mencari blog temannya tersebut dan meng-copy semua tulisan yang ada di blog temannya itu tanpa meminta izin dan tidak mencantumkan sumbernya, Lalu ia mengklaim tugas tersebut adalah hasil pemikiran dia.

Solusi:


Untuk kasus seperti diatas, bila teman si mahasiswa ini tahu kelakuan mahasiswa ini, harusnya ia melaporkan kepada dosen yang bersangkutan bahwa si mahasiswa ini sudah melakukan tindakan plagiat. Selain itu, dari pihak dosen sendiri harusnya mengecek kebenaran dari tanggal posting yang tertera di blog tersebut. Lalu berikan teguran dan pemahaman tentang etika TI agar mahasiswa tersebut tidak mengulangi kesalahannya dimasa yang akan datang. 

Sumber

kehidupan sehari-hari

Menyedihkan

Pernahkah kau merasa sendiri?

Sendiri diantara kerumunan manusia yang sibuk dengan aktivitasnya, diantara hiruk pikuknya ibukota, diantara orang-orang sekitarmu dan diantara lingkunganmu?

Apa rasanya? Menyedihkan?
Ya itu yang kini kurasakan.
Sendiri berada diantara kesibukan orang-orang yang beraktivitas. Sendiri diantara hiruk pikuknya ibukota. Sendiri dalam keramaian, sendiri dalam kesepian hati.

Rasanya aku telah jauh terjatuh pada titik jenuh ku. Titik dimana aku hanya bisa terdiam, tanpa tujuan. Tanpa arah. Tanpa harapan.
Titik dimana aku merasa aku bukan apa-apa dan takkan bisa apa-apa.
Titik dimana aku merasa aku bukan siapa-siapa.

Ingin rasanya aku berlari dari kenyataan, menyendiri dengan berbagai pikiran, merenung dengan berbagai harapan yang seakan pupus.
Ingin rasanya aku berteriak. Teriakan putus asa, teriakan kesedihan, teriakan kesendirian.

Menatap langit malam sendiri, tanpa siapa-siapa.
Bolehkah?
Bolehkah aku berteriak? Menangis? Dan menumpahkan segala kekesalan dalam hati?

Lelah berpura-pura kuat. Lelah berpura-pura hebat. Lelah berpura-pura seakan aku bisa menjalani semuanya sendirian.
Aku hanyalah manusia, aku hanyalah wanita. Aku hanya lelah..

Salahkah?
Salahkah bila dalam kesendirian ini aku berharap sesuatu?
Sesuatu yang mungkin takkan pernah menjadi kenyataan
Sesuatu yang mungkin hanya menjadi hayalan orang putus asa

Salahkah aku?
Mengharapkan sosok seorang lelaki datang, menatapku dalam diam, seakan berkata “kau menyedihkan”. Lalu perlahan mendekatiku, berlutut dihadapanku, tetap menatapku dalam diam dengan sendu yang seakan berkata “ternyata benar kau memang wanita yang menyedihkan”. Dan dengan perlahan memelukku dengan hangat, dengan erat seakan berkata “aku paham penderitaanmu”. Membiarkan ku terbiasa dengan pelukannya, hingga kurasa nyaman untuk mengeluarkan airmataku... Membiarkanku  menangis dalam pelukannya.
Lalu harapan itu hilang kembali..

Aku tetaplah sendiri hingga rasa geli menggelitik sanubariku. Memaksaku tertawa getir.
Siapa aku? Takkan ada sosok seperti itu yang akan memelukku
Hingga tawa itu berubah menjadi tawa kesedihan seakan tahu betapa bodohnya aku.
Ah aku hanya sesosok manusia tanpa tujuan, tanpa harapan, tanpa cinta.
Hingga bayang-bayang putus asa itu muncul dipikiranku. Mulai menari-nari seakan mengejekku. Memenuhi otakku dan mengganggu jalan pikiranku.

Tarian putus asa itu mulai menggodaku untuk melakukan hal bodoh yang pernah ku lakukan.
Terus dan terus menggodaku, menuntunku untuk mengulangi kesalahan masalalu ku. Bayangan itu terus menari, menggodaku, menertawakanku, menantangku.

Bolehkah aku lakukan itu? Menyakiti diriku sendiri dengan obat penghilang rasa pusing dengan dosis tinggi, dicampur dengan minuman bersoda? Menyakiti diriku sendiri dengan berdiri ditengah perlintasan rel kereta api hingga tertabrak. Bolehkah ku lakukan dosa itu?

Sesuatu menyadarkanku dan membuat bayangan dari tarian putus asa itu hilang.
Aku tak sendiri, aku punya Tuhan, aku punya keluarga, aku punya sahabat, dan mungkin aku masih punya cinta yang tak pernah kusadari sebelumnya. 
Tak terasa pipiku mulai basah, airmata ku telah mengalir. Tawa kecil keluar dari mulutku. Menertawakan diriku sendiri.

Betapa bodohnya aku. Betapa menyedihkanya aku.