curhat masalah cinta lagi nih hihihi
CEKIDOOTTTT
Sore ini, aku sedang dilanda galau berlebih (hmm setiap hari aku juga galau terus sih *aish*). Galau kali ini dikarenakan aku sedang berada dalam dua pilihan, mempertahankan orang yang tak pernah ada kabarnya dan hanya menghubungi ku saat ia butuh saja, atau memilih hmm lebih tepatnya menerima tawaran cinta yang baru dari orang yang sepertinya serius padaku. Kadang aku berfikir untuk segera menerima cinta yang baru dan melepaskan orang yang lama, tapi kadang pula aku berfikir mempertahankan orang yang lama dan mengabaikan orang yang baru, namun kadang aku memilih untuk mempertahankan orang lama dan juga menerima orang baru, semacam selingkuh namun banyak orang bilang "walaupun si dia selingkuh, kamu tetep gak boleh selingkuh, tunjukin kalo kamu sayang dia dengan tidak membalas perbuatan dia. Toh dia juga akan sadar." yaah benar juga sih. Okelah pilihan ketiga aku lupakan dulu.
Sedang asyik-asyiknya melamun, ada pesan masuk dari seseorang, orang lama. Sebut saja orang lama itu S. S sms aku singkat.. sangat singkat isinya "Bun, telpon dong." waw singkat kan? ya kan? *maksa*. Oke lanjut, aku segera masuk kamar dan langsung nelpon S. Sebelum menelpon ku sempatkan merangkai kata-kata untuk menjelsakan bahwa ada orang lain yang menginginkanku. Tarik nafas panjang, dan telpon S. beginilah kira-kira percakapan ku dengan S.
(A= aku, S= orang lama)
tuuuut..
S: "halo assalamualaikum Bun." (suara yang ceria)
A: (diam sejenak, rindu dengan suaranya yang ceria. kemudian meneteskan airmata) "walaikumsalam Beb."
S: "suara kamu kenapa Bun? kayak orang nangis?
A: (dalam hati: "Ya Allah, mana bisa aku beri ia kabar buruk ini saat suasana hatinya senang?") "hmm gak apa-apa kok beb, aku gak nangis (suara seramah mungkin.)"
S: "ciyus kamu gak nangis? miapa??"
A: "haha jangan alay ah, (hapus airmata) iya sayang, aku gak apa-apa. kamu lagi apa?" (mengalihkan pembicaraan)
S: "lagi istirahat nih Bun, abis nganter barang. Eh kamu beneran gak apa-apa? ada masalah ya kayaknya?"
A: "hehe gak kenapa-kenapa sayang.. gak ada masalah kok."
S: "iyadeh aku percaya.. kamu lagi apa Bun? udah makan?"
A: "udah kok Beb, aku lagi dikamar aja nih, males keluar. (huuft harus bohong lagi)"
S: "makan pake apa?"
A: "pake sayur labu. kamu kalau lagi istirahat mending tidur aja. kamu kan kurang tidur."
A: "pake sayur labu. kamu kalau lagi istirahat mending tidur aja. kamu kan kurang tidur."
S: "maunya tidur sih Bun, tapi kalau orang kangen gimana sih? mana bisa tidur nyenyak."
A: (deg.. aku juga kangen kamu *dalam hati) masa sih?? terus pacar kamu yang dulu di palembang gak dikangenin??
S: "ah dia, gak lah. walaupun waktu itu aku selingkuh, tapi itu karena aku butuh tumpangan makan waktu di Palembang. jadi ngapain di kangenin kalo udah ada kamu yang selalu kangen aku dan selalu aku kangenin serta aku inget dalam hati. kamu tau kan? dalam hati ini hanya ada dua nama, kamu dan..."
A: (memotong pembicaraan) "Dea, almarhumah cewek kamu sebelum kamu kenal aku. Ya kan?? aku gak pernah lupa kalimat kramat kamu."
A: (deg.. aku juga kangen kamu *dalam hati) masa sih?? terus pacar kamu yang dulu di palembang gak dikangenin??
S: "ah dia, gak lah. walaupun waktu itu aku selingkuh, tapi itu karena aku butuh tumpangan makan waktu di Palembang. jadi ngapain di kangenin kalo udah ada kamu yang selalu kangen aku dan selalu aku kangenin serta aku inget dalam hati. kamu tau kan? dalam hati ini hanya ada dua nama, kamu dan..."
A: (memotong pembicaraan) "Dea, almarhumah cewek kamu sebelum kamu kenal aku. Ya kan?? aku gak pernah lupa kalimat kramat kamu."
S: "kamu memang perhatian yah Bun, aku makin sayang kamu."
A: (apa kalau aku ceritakan bahwa ada orang yang nembak aku, kamu akan tetep sayang aku? *dalam hati) "iya makasih ya sayang."
A: (apa kalau aku ceritakan bahwa ada orang yang nembak aku, kamu akan tetep sayang aku? *dalam hati) "iya makasih ya sayang."
S: "iya sama-sama tambun ku. hehehe. hoaaam aku ngantuk nih Bun, aku bobo aja ya."
A: "iya sayang. hmm malam kamu ada waktu?"
S: "diatas jam 8 aku selalu ada waktu, apalagi kalau kamu mau nelpon. aku selalu ada waktu, kamu aja kemarin gak sms atau nelpon aku."
A: (kemarin aku telponan sama orang yang nembak aku *dalam hati) "pulsaku habis kemarin. belum sempet beli. yaudah jam 9 aku telpon ya."
A: "iya sayang. hmm malam kamu ada waktu?"
S: "diatas jam 8 aku selalu ada waktu, apalagi kalau kamu mau nelpon. aku selalu ada waktu, kamu aja kemarin gak sms atau nelpon aku."
A: (kemarin aku telponan sama orang yang nembak aku *dalam hati) "pulsaku habis kemarin. belum sempet beli. yaudah jam 9 aku telpon ya."
S: "iya sayangku. aku bobo yah, hmm love you."
A: "love you too."
tut tut
Satu menit, dua menit, tiga menit, aku langsung nangis. Ya Allah apa yang harus aku lakukan?? semua kata-kataku lenyap begitu saja. aku harus apa?? aku takut kecewa saat aku melepas S dan menerima yang baru. namun aku juga tak kuat jika terus berlama-lama menjalani hubungan jarak jauh ini. aku mulai menyayangi orang baru itu, namun rasa sayangku pada S tak luntur. huuuft...
WOY! APA? masih di pantengin aja? udah abis ceritanya, kalo ada waktu inshaallah di lanjut ke part 2.
eh mau banget ya tau kelanjutannya? kepo deh *eh* hahaha yaudah tapi gak janji ya :)
hmm mau cari komik online dulu deh, ilangin galau. bubaay :*
pengen gw timpuk ikan lu,ngejar tangan gw mulu.
BalasHapuskok di timpuk kaka??
BalasHapusaku gak ngapa"in
ikan ny kaka
BalasHapusbukan si tambun
kaka ga jelas. aku bingung..
BalasHapuslola