Mungkin yang selama ini aku tahu adalah dia yang "hancur", dimulai
dari dia yang pernah bersentuhan dengan Narkoba, lalu dia yang rapuh
karena kekasihnya yang menyayanginya meninggalkan dia untuk
selama-selamanya, dan pernah pula di usir dari rumah orangtua nya.
hanya itu yang ku tahu dari dirinya. Sampai pandanganku berubah.
saat itu perlahan ia mulai membuka semuanya, mungkin.
Dibalik "hancur" nya dia, dia punya sisi lain yang buat ku terperangah, apa ku harus percaya atau tidak percaya?
Dia, yang ternyata selama ini merasa hidup nya tak lagi berkesan.
Dia yang sudah merasa bagaimana rasanya di rehabilitasi, melawan ketergantungannya pada Narkoba.
Dia, yang ternyata selama ini menyimpan rasa sakit sendirian. Bukan
hanya sakit hati, tapi sakit jasmani. dia ternyata mengidap penyakit
yang lama ia derita dan tak pernah ia ceritakan pada keluarganya karena
ia tak mau membuat keluarga nya terlalu memanjakannya. Drama banget,
tapi itu kenyataanya.
Dia yang ternyata menghargai wanita karena ia sadar ia lahir dari
seorang wanita. Ku fikir dia menganggap rendah wanita sama seperti
laki-laki lain pada umumnya, tapi tidak! Ia sangat menghargai wanita, ia
tak suka melihat wanita disakiti, walaupun selama ini setelah kepergian
kekasihnya, ia selalu di sakiti oleh wanita yang dikenal nya.
Dia yang ternyata ingin membahagiakan anak-anak panti asuhan, karena
ia merasa saat kecil ia cukup bahagia dan baginya semua anak kecil
harusnya memang bahagia.
Dan ia yang ternyata selalu merasa kuat padahal ia lemah, ia selalu
memaksakan dirinya dengan berambisi bahwa ia kuat dan tak pernah sakit,
karena ia sendiri tak mau membuat orang lain resah, saat kepalanya mulai
berat dan hidungnya mengeluarkan darah, ia hanya tersenyum dan
berambisi bahwa ia hanya mengantuk.
Sungguh, ternyata kalimat "jangan menilai orang dari luarnya" sangat
menamparku. Aku sadar aku telah salah menilainya. Dibalik sifat nya
yang bawel, rese dan aneh ia menyimpan banyak cerita.
Aku kagum pada kekuatan yang ada dalam dirinya, kini aku mengambil
sisi positif dari dirinya. Dia telah menjadi salah satu dari ratusan
orang yang menginspirasi ku..
Dia, si Rip yang menemani ku..
Semoga masih banyak hal yang aku pelajari dari kamuRip..
Semoga aku masih bisa menemaninya sebelum saatnya datang.
waaaaah
BalasHapusada apa dengan wah nya??
BalasHapus