Bebas (14) Curhat (13) Lirik Lagu (5) Tugas Kuliah (28)

Minggu, 11 Oktober 2015

Pengertian Etika dan Contoh Kasus Dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Etika

Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).

Menurut Hamzah Yacub, Pengertian Etika adalah ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dan memperlihatkan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran. Sedangkan pengertian Etika menurut Dr. James J. Spillane SJ, Etics atau etika memperhatikan atau mempertimbangkan tingkah laku manusia dalam pengambilan keputusan moral. Etika mengarah atau menghubungkan penggunaan akal budi individual dengan objektivitas untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah laku seseorang terhadap orang lain. Lalu menurut Asmaran, Pengertian Etika adalah studi mengenai tingkah laku manusia, tidak hanya menentukan kebenaran-kebenarannya sebagaimana adanya, tetapi juga menyelidiki manfaat atau kebaikan dari seluruh tingkah laku manusia. WJS. Poerwadarminta ikut mengemukakan pengertian Etika yang artinya Etika adalah ilmu pengetahuan mengenai asas-asas akhlak (moral). Pengertian Etika menurut Soergarda Poerbakawatja, ialah filsafat mengenai nilai, kesusilaan, tentang baik dan buruk, kecuali etika mempelajari nilai-nilai, ia juga merupakan pengetahuan mengenai nilai-nilai itu sendiri.

Dalam bahasa Indonesia kata etika ini kurang begitu populer dan jarang dipergunakan, istilah etika lebih sering dipergunakan dalam kalangan terpelajar. Kata yang sepadan dengan etika serta yang biasa dipergunakan di dalam masyarakat adalah susila atau kesusilaan. Sedangkan Etika dalam hukum islam merupakan bagian dari akhlak. Etika merupakan bagian dari akhlak, karena akhlak bukan hanya menyangkut perilaku manusia yang bersifat perbuatan lahiriah saja. Akhlak ini mencakup hal-hal yang lebih luas, yaitu meliputi bidang akidah, ibadah dan syariah.

Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Contoh Kasus Pelanggaran Etika

Kasus Pertama

Commuterline adalah salah satu moda transportasi terbaik untuk melakukan perjalanan sekitar Jabodetabek. Selain nyaman dan cepat,  transportasi ini juga murah. Namun, disisi lain banyak sekali hal-hal yang mengganggu. Sebagai contoh, dalam tiap rangkaian kereta sudah disediakan bangku prioritas untuk manula, ibu hamil, penyandang disabilitas dan ibu yang membawa anak.  Namun masih saja ada orang-orang yang tidak sadar peruntukkan bangku prioritas tersebut, seperti saat berada dalam rangkaian kereta yang sesak dan masuklah seorang Ibu tua, kebanyakan dari penumpang akan masa bodoh dengan keadaan ibu tersebut, tidak jarang mereka pura-pura tidur agar tak diganggu.

Solusi:

Selain peraturan tertulis berupa gambar-gambar dari PT KCJ, seharusnya ditiap rangkaian kereta disediakan satu atau dua pengawal kereta api (Walka) yang bertugas menjaga tiap rangkaian gerbong dan menjaga peruntukkan bangku prioritas tersebut, selain itu para penumpang juga diberi himbauan dari pusat informasi untuk tetap memprioritaskan manula, wanita hamil, penyandang disabilitas dan ibu yang membawa anak. Jika diperlukan, tiap yang tidak peduli dengan peruntukkan bangku prioritas bisa dikenakan denda dan diberi arahan supaya mereka yang masih muda dan kuat untuk berdiri sadar akan lingkungannya dan mempunyai etika

Kasus Kedua

Seorang mahasiswa diberi tugas oleh dosennya untuk membuat tulisan yang nantinya akan diposting di blog dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Selama beberapa hari mahasiswa tersebut tak mendapatkan ide untuk dituangkan dalam tulisannya, hingga akhirnya ia tahu bahwa salah satu temannya sudah memposting tugasnya di blog. Ia pun langsung mencari blog temannya tersebut dan meng-copy semua tulisan yang ada di blog temannya itu tanpa meminta izin dan tidak mencantumkan sumbernya, Lalu ia mengklaim tugas tersebut adalah hasil pemikiran dia.

Solusi:


Untuk kasus seperti diatas, bila teman si mahasiswa ini tahu kelakuan mahasiswa ini, harusnya ia melaporkan kepada dosen yang bersangkutan bahwa si mahasiswa ini sudah melakukan tindakan plagiat. Selain itu, dari pihak dosen sendiri harusnya mengecek kebenaran dari tanggal posting yang tertera di blog tersebut. Lalu berikan teguran dan pemahaman tentang etika TI agar mahasiswa tersebut tidak mengulangi kesalahannya dimasa yang akan datang. 

Sumber

kehidupan sehari-hari

Menyedihkan

Pernahkah kau merasa sendiri?

Sendiri diantara kerumunan manusia yang sibuk dengan aktivitasnya, diantara hiruk pikuknya ibukota, diantara orang-orang sekitarmu dan diantara lingkunganmu?

Apa rasanya? Menyedihkan?
Ya itu yang kini kurasakan.
Sendiri berada diantara kesibukan orang-orang yang beraktivitas. Sendiri diantara hiruk pikuknya ibukota. Sendiri dalam keramaian, sendiri dalam kesepian hati.

Rasanya aku telah jauh terjatuh pada titik jenuh ku. Titik dimana aku hanya bisa terdiam, tanpa tujuan. Tanpa arah. Tanpa harapan.
Titik dimana aku merasa aku bukan apa-apa dan takkan bisa apa-apa.
Titik dimana aku merasa aku bukan siapa-siapa.

Ingin rasanya aku berlari dari kenyataan, menyendiri dengan berbagai pikiran, merenung dengan berbagai harapan yang seakan pupus.
Ingin rasanya aku berteriak. Teriakan putus asa, teriakan kesedihan, teriakan kesendirian.

Menatap langit malam sendiri, tanpa siapa-siapa.
Bolehkah?
Bolehkah aku berteriak? Menangis? Dan menumpahkan segala kekesalan dalam hati?

Lelah berpura-pura kuat. Lelah berpura-pura hebat. Lelah berpura-pura seakan aku bisa menjalani semuanya sendirian.
Aku hanyalah manusia, aku hanyalah wanita. Aku hanya lelah..

Salahkah?
Salahkah bila dalam kesendirian ini aku berharap sesuatu?
Sesuatu yang mungkin takkan pernah menjadi kenyataan
Sesuatu yang mungkin hanya menjadi hayalan orang putus asa

Salahkah aku?
Mengharapkan sosok seorang lelaki datang, menatapku dalam diam, seakan berkata “kau menyedihkan”. Lalu perlahan mendekatiku, berlutut dihadapanku, tetap menatapku dalam diam dengan sendu yang seakan berkata “ternyata benar kau memang wanita yang menyedihkan”. Dan dengan perlahan memelukku dengan hangat, dengan erat seakan berkata “aku paham penderitaanmu”. Membiarkan ku terbiasa dengan pelukannya, hingga kurasa nyaman untuk mengeluarkan airmataku... Membiarkanku  menangis dalam pelukannya.
Lalu harapan itu hilang kembali..

Aku tetaplah sendiri hingga rasa geli menggelitik sanubariku. Memaksaku tertawa getir.
Siapa aku? Takkan ada sosok seperti itu yang akan memelukku
Hingga tawa itu berubah menjadi tawa kesedihan seakan tahu betapa bodohnya aku.
Ah aku hanya sesosok manusia tanpa tujuan, tanpa harapan, tanpa cinta.
Hingga bayang-bayang putus asa itu muncul dipikiranku. Mulai menari-nari seakan mengejekku. Memenuhi otakku dan mengganggu jalan pikiranku.

Tarian putus asa itu mulai menggodaku untuk melakukan hal bodoh yang pernah ku lakukan.
Terus dan terus menggodaku, menuntunku untuk mengulangi kesalahan masalalu ku. Bayangan itu terus menari, menggodaku, menertawakanku, menantangku.

Bolehkah aku lakukan itu? Menyakiti diriku sendiri dengan obat penghilang rasa pusing dengan dosis tinggi, dicampur dengan minuman bersoda? Menyakiti diriku sendiri dengan berdiri ditengah perlintasan rel kereta api hingga tertabrak. Bolehkah ku lakukan dosa itu?

Sesuatu menyadarkanku dan membuat bayangan dari tarian putus asa itu hilang.
Aku tak sendiri, aku punya Tuhan, aku punya keluarga, aku punya sahabat, dan mungkin aku masih punya cinta yang tak pernah kusadari sebelumnya. 
Tak terasa pipiku mulai basah, airmata ku telah mengalir. Tawa kecil keluar dari mulutku. Menertawakan diriku sendiri.

Betapa bodohnya aku. Betapa menyedihkanya aku.

Sabtu, 04 Juli 2015

Softskill : Bahasa Inggris Bisnis 2

1. Kendala Dan Metode Dalam Mata Kuliah Bahasa Inggris Bisnis 2

Saya Sintya Putri Puspitasari, masih menempuh pendidikan di Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi. Saya memiliki kendala dalam mata kuliah Bahasa Inggris Bisnis. Kendala yang saya hadapi adalah banyaknya tenses yang harus dipelajari. Memang saat perkuliahan dilaksanakan saya mengerti dan paham apa yang diajarkan dosen saya, namun beberapa pertemuan berikutnya, bila ada pertanyaan sesuai dengan materi yang lalu, saya akan bingung sendiri. Selain itu kosakata dalam bahasa Inggris saya pun kurang, sehingga itu menghambat saya dalam mengolah kata perkata untuk dijadikan sebuah kalimat dalam berbahasa inggris walaupun saya ingat tenses apa yang harus saya gunakan

Menurut saya pribadi, metode yang digunakan untuk mata kuliah ini adalah metode praktik. Dimana dosen tidak hanya mengajarkan teori tetapi juga praktik dalam dialog. Selain berdialog, dosen bisa mengajak mahasiswanya untuk berinteraksi lewat lagu ataupun permainan. Untuk tenses yang banyak, bisa digunakan hapalan dengan nada-nada yang mudah diingat. Karena bagi saya, nada sangat dekat dengan kehidupan seseorang. Saya sendiri sudah merasakan keefektifan menghapal dengan nada. Jadi menurut saya hal itu bisa digunakan untuk metode perkuliahan Bahasa Inggris,



2. Kritik Dan Saran Untuk Ibu Laila

My name is Sintya Putri Puspitasari. This is my criticism to Mrs. Laila. While teaching, you sometimes look boring. However, you are a good way of teaching. I enjoyed your class.
My suggestion, you can use a different way of teaching than usual, so that you are not too boring class. the rest, you've been good. there's no need in criticism again. Good luck to you in the future. and thanks for teaching in my classroom for six months. sorry if we have an error class either intentional or unintentional. And sorry if vocabulary and tenses that I use is still a mess. Understandably, I am still learning ^_^
Thank you for your attention ^_^

Selasa, 06 Januari 2015

Bahasa Indonesia 2 : Berfikir Induktif

Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum. Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum (filsafat ilmu.hal 48 Jujun.S.Suriasumantri Pustaka Sinar Harapan. 2005)

Berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis yaitu:


1. Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Generalisasi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tadi. Generalisasi hanya akan mempunyai makna yang penting, kalau kesimpulan yang diturunkan dari sejumlah fenomena tadi bukan saja mencakup semua fenomena itu, tetapi juga harus berlaku pada fenomena-fenomena lain yang sejenis yang belum diselidiki.

Contoh:
Andika Pratama adalah bintang film, dan ia berwajah tamapan.
Raffi Ahmad adalah bintang film, dan ia berwajah tampan.
Generalisasi: Semua bintang film berwajah tampan. Pernyataan “semua bintang film berwajah tampan” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:  Sapri juga bintang iklan, tetapi tidak berwajah tampan.

Macam-macam generalisasi :

a. Generalisasi sempurna
Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh:  sensus penduduk

b. Generalisasi tidak sempurna
Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomenayang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh:  Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantaloon.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna. Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.


2. Hipotese dan Teori
Generalisasi dan hipotese memiliki sifat yang tumpang tindih, namun membedakan kedua istilah tersebut sangat perlu. Hipotese (hypo ‘di bawah’, tithenai ‘menempatkan’) adalah semacam teori atau kesimpulan yang diterima sementara waktu untuk menerangkan fakta-fakta tertentu sebagai penuntun dalam meneliti fakta-fakta lain lebih lanjut. Dan sebaliknya, teori sebenarnya merupakan hipotese yang secara relatif lebih kuat sifatnya bila dibandingkan dengan hipotese. Teori adalah azas-azas yang umum dan abstrak yang diterima secara ilmiah dan sekurang-kurangnya dapat dipercaya untuk menerangkan fenomena-fenomena yang ada. Sedangkan hipotese merupakan suatu dugaan yang bersifat sementara mengenai sebab-sebab atau relasi antara fenomena-fenomena, sedangkan teori merupakan hipotese yang telah diuji dan yang dapat diterapkan pada fenomena-fenomena yang releven atau sejenis.


3. Analogi
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.

Analogi dilakukan karena antara sesuatu yang diabandingkan dengan pembandingnya memiliki kesamaan fungsi atau peran. Melalui analogi, seseorang dapat menerangkan sesuatu yang abstrak atau rumit secara konkrit dan lebih mudah dicerna. Analogi yang dimaksud adalah anlogi induktif atau analogi logis.

Contoh analogi :
Untuk menjadi seorang pemain bola yang professional atau berprestasi dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Begitu juga dengan seorang doktor untuk dapat menjadi doktor yang professional dibutuhkan pembelajaran atau penelitian yang rajin yang rajin dan ulet. Oleh karena itu untuk menjadi seorang pemain bola maupun seorang doktor diperlukan latihan atau pembelajaran.

Jenis-jenis Analogi:
1. Analogi induktif :
Analogi induktif, yaitu analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena, kemudian ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama terjadi juga pada fenomena kedua. Analogi induktif merupakan suatu metode yang sangat bermanfaat untuk membuat suatu kesimpulan yang dapat diterima berdasarkan pada persamaan yang terbukti terdapat pada dua barang khusus yang diperbandingkan.
Contoh analogi induktif :
Tim Uber Indonesia mampu masuk babak final karena berlatih setiap hari. Maka tim Thomas Indonesia akan masuk babak final jika berlatih setiap hari.

2. Analogi deklaratif :
Analogi deklaratif merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Cara ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru menjadi dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai.
contoh analogi deklaratif :
deklaratif untuk penyelenggaraan negara yang baik diperlukan sinergitas antara kepala negara dengan warga negaranya. Sebagaimana manusia, untuk mewujudkan perbuatan yang benar diperlukan sinergitas antara akal dan hati.


4. Hubungan kausal
Hubungan antara sebab dan akibat (hubungan kausal) didalam dunia modern ini, kadang-kadang tidak mudah diketahui. Tetapi itu tidak berarti bahwa apa yang dicatat sebagai suatu akibat tidak mempunyai sebab sama sekali. Pada umumnya hubungan kausal ini dapat berlangsung dalam tiga pola berikut :
1. Sebab- akibat. 
Contoh: Penebangan liar dihutan mengakibatkan tanah longsor. 

2. Akibat – Sebab. 
Contoh: Andri juara kelas disebabkan dia rajin belajar dengan baik.

3. Akibat – Akibat.
Contoh:Toni melihat kecelakaan dijalanraya, sehingga Toni beranggapan adanya korban kecelakaan.


5. Induksi dalam metode Eksposisi
Sebagai telah dikemukakan diatas, untuk menetapkan apakah data dan informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penelitian, apaka data dan informasi itu merupakan kenyataan atau yang sungguh-sungguh terjadi. Pada tahap selanjutnya pengarang atau penulis perlu mengadakan penilaian selanjutnya, guna memperkuat fakta yang akan digunakan sehingga memperkuat kesimpulan yang akan diambil. Dengan kata lain, perlu diadakannya seleksi untuk menentukan fakta mana yang akan dijadikan evidensi. 

a.      Konsistensi
Dasar pertama yang dapat dipakai untuk menetapkan fakta mana yang akan digunakan sebagai evidensi adalah kekonsistenan. Sebuah argumentasi akan kuat dan mempunyai tenaga persuasif yang tinggi, kalau evidensi-evidensinya bersifat konsisten, tidak ada satu evidensi bertentangan atau melemahkan evidensi lainnya.

b.      Koheresi
Dasar kedua yang dapat dipakai untuk mengadakan penelitian fakta yang dapat dipergunakan sebagai evidensi adalah masalah koherensi. Semua fakta yang akan digunakan sebagai evidensi harus koheren dengan pengalaman-pengalaman manusia, atau sesuai dengan sikap yang berlaku. Penulis harus dapat meyakinkan para pembaca untuk dapat setuju, atau menerima fakta-fakta dan jalan pikiran yang kemukakannya, maka secara konsekuen pula pembaca harus menerima hal lain, yaitu konklusinya.


Sumber:

Senin, 05 Januari 2015

Bahasa Indonesia 2 : Berfikir Deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.


Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).

1. Silogisme kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

Berikut ini beberapa contoh dari silogisme kategorial:

Semua Mahasiswa adalah lulusan SMA
Nanni adalah mahasiswa
Jadi, Nanni lulusan SLTA.

Tidak ada Manusia yang tidak luput dari dosa
Polisi adalah Manusia
Jadi, Polisi tidak luput dari dosa.

Semua murid SD mempunyai buku
Eno bukan murid SD
Jadi, Eno tidak mempunyai buku.

Semua Ikan berenang
Kodok bukan ikan
Jadi kodok tidak berenang


2. Silogisme hipotesis
Silogisme hipotesis terdiri dari suatu putusan bersayarat sebagai ”mayor”dalam bentuk ”apabila p maka q”(”p”dan ”q”adalah dua proposisi),lalu suatu ”minor”yang dapat terjadi dalam empat bentuk,dan akhirnya kesimpulan.

Silogisme Hipotesis adalah jenis silogisme yang terdiri atas premis mayor yang bersifat hipotesis, dan premis minornya bersifat katagorial. Silogisme Hipotesis ini dapat dibedakan menjadi 4 macam , yaiu :

Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh :
Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek ( premis mayor )
Hari ini cerah ( premis minor )
Maka saya akan kerumah kakek ( kesimpulan ).

Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian konsekuen
Contoh :
Jika hutan banyak yang gundul , maka akan terjadi global warming ( premis mayor )
Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).

Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent
Contoh :
Jika pembuatan karya tulis ilmiah belum di persiapkan dari sekarang, maka hasil tidak akan maksimal
pembuatan karya ilmiah telah di persiapkan
Maka hasil akan maksimal

Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari konsekuen
Contoh :
Bila presiden Mubarak tidak turun , Para demonstran akan turun ke jalan
Para demonstran akan turun ke jalan
Jadi presiden Mubarak tidak turun.


3. Silogisme alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh :
   Nenek Sumi berada di Bandungf atau Bogor.
   Nenek Sumi berada di Bandung.
   Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

Contoh :
My : Kucing berada di dalam rumah atau di luar rumah
Mn : Kucing berada di luar rumah
K : Jadi, kucing tidak berada di dalam rumah


sumber :