Bebas (14) Curhat (13) Lirik Lagu (5) Tugas Kuliah (28)

Jumat, 19 Desember 2014

Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah berdasarkan dari dua suku kata yaitu metode dan ilmiah. Seandainya kita artikan satu-persatu makna dari kata-kata tersebut yakni :

Metode
Metode dapat diartikan sebagai sebuah cara yaitu cara yang teratur dan sistematis untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu.

Ilmiah
Ilmiah : bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Diatur oleh atau sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu pasti: prosedur ilmiah. Sistematis atau akurat dalam cara ilmu pasti.

Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.


Tujuan Mempelajari Metode Penulisan ilmiah
Tujuan adalah salah satu bentuk harapan untuk dimasa yang akan datang. Untuk karena itu dalam penulisan ilmiah kita tidak bias asal tulis atau tidak mengindahkan kaidah-kaidah dala penulisan ilmiah. Dalam penulisan ini kita harus mempunyai metodenya agar tulisan kita dapat dipahami dan dimengerti oleh si pembaca dikemudian hari. Ini adalah beberapa tujuan kita mempelajari metode ilmiah :

  • Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis
  • Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis
  • Meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme penulisan karangan ilmiah


Sikap Ilmiah
seorang peneiliti harus memiliki sikap:
1. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
Seorang peneliti harus selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap objek yang terdapat di lingkungannya (peduli terhadap lingkungannya).

2. Jujur
Seorang peneliti harus dapat menerima apa pun hasil penelitiannya, dan tidak boleh mengubah data hasil penelitiannya.

3. Objektif
Seorang peneliti dalam mengemukakan hasil penelitiannya tidak boleh dipengaruhi oleh perasaan pribadinya, tetapi harus berdasarkan kenyataan (fakta) yang ada.

4. Berpikir secara Terbuka
Seorang peneliti mau menerima kritik dari orang lain, dan mendengarkan pendapat orang lain.

5. Memiliki Kepedulian
Seorang peneliti mau mengubah pandangannya ketika menemukan bukti yang baru.

6. Teliti
Seorang peneliti dalam melakukan penelitian harus teliti dan tidak boleh melakukan kesalahan, karena dapat mempengaruhi hasil penelitiannya.

7. Tekun
Seorang peneliti harus tekun dan tidak mudah putus asa jika menghadapi masalah dalam penelitiannya.

8. Berani dan Santun
Seorang peneliti harus berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi.


Langkah – langkah penulisan ilmiah
Bentuk laporan penulisan PI, terdiri dari :
1.      Bagian Awal
Bagian Awal ini terdiri dari:

  • Halaman Judul
  • Lembar Pernyataan
  • Lembar Pengesahan
  • Abstraksi
  • Halaman Kata Pengantar
  • Halaman Daftar Isi
  • Halaman Daftar Tabel
  • Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya

2.      Bagian Tengah.
Bagian tengah yerdiri dari :

  • Bab Pendahuluan
  • Bab Landasan Teori
  • Metode Penelitian
  • Bab Analisis Data dan Pembahasan
  • Bab Kesimpulan dan Saran

3.     Bagian Akhir.
Bagian akhir terdiri dari:

  • Daftar Pustaka
  • Lampiran

Sumber:

Jumat, 12 Desember 2014

Karangan Ilmiah, Non Ilmiah dan tidak ilmiah (sesuai SAP)

Pengertian Karangan

karangan (komposisi) yang dikemukakan Ahmadi (1990: 1) diartikan sebagai rangkaian katakata atau kalimat. Selain itu, karangan menurut Gie (1995: 17) memiliki pengertian hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis yang dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca.

Sirait, dkk (1985: 1) memberi batasan pengertian karangan yaitu setiap tulisan yang diorganisasikan yang mengandung isi dan ditulis untuk suatu tujuan tertentu biasanya berupa tugas di kelas. Widyamartaya (1990) mengatakan bahwa mengarang dapat dipahami sebagai keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang dalam mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami dengan tepat seperti yang dimaksud oleh pengarang.

Karangan merupakan suatu proses menyusun, mencatat, dan mengkomunikasikan makna dalam tataran ganda, bersifat interaktif dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan suatu sistem tanda konvensional yang dapat dilihat. Karangan terdiri dari paragraf-paragraf yang mencerminkan kesatuan makna yang utuh. Menurut Keraf (1994: 2) karangan adalah bahasa tulis yang merupakan rangkaian kata demi kata sehingga menjadi sebuah kalimat, paragraf, dan akhirnya menjadi sebuah wacana yang dibaca dan dipahami.

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan karangan adalah hasil rangkaian kegiatan seseorang dalam mengungkapkan gagasan atau buah pikirannya melalui bahasa tulis yang dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain yang membacanya.


Macam, Sifat dan bentuk Karangan.

Karangan terbagi menjadi lima macam yaitu :

1. Karangan Narasi
Karangan narasi adalah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa yang biasanya disusun menurut urutan waktu. Yang termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi, otobiografi.

Ciri-ciri / karakteristik karangan Narasi
a. Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
b. Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
c. Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
d. Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci

2. Karangan Deskripsi
Karangan Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan atau melukiskan sesuatu seakan-akan pembaca melihat, mendengar, merasakan, mengalaminya sendiri.

Ciri-ciri / karakteristik karangan deskripsi:
a. Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
b. Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang dideskripsikan
c. Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan
d. Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis

3. Karangan Eksposisi
Karangan Eksposisi adalah bentuk karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan,memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.

Ciri-ciri / karakteristik karangan Eksposisi:
a. Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
b. Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual)
c. Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
d. Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
e. Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu

4. Karangan Persuasi
Karangan Persuasi adalah karangan yang tujuannya untuk membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.

Ciri-ciri / karakteristik karangan persuasi:
a. Terdapat himbauan atau ajakan
b. Berusaha mempengaruhi pembaca

5. Karangan Argumentasi
Karangan Argumentasi adalah karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.

Ciri-ciri / karakteristik karangan Argumentasi:
a. Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca
b. Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar
c. Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
d. Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas
e. Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian


Ciri-ciri Karangan Ilmiah

1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.


Ciri-ciri karangan nonilmiah
a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.


Ciri- ciri tulisan  ilmiah Populer
a. Sasaranya masyrakat umum atau awam
b. Kata – katanya sederhana ,mudah didentifikasi dan dipahami
c. Tidak memuat hiptesis
d. Isi dan judul harus informative dan mudah di tangkap maksudnya
e. Karangan ilmiah populer disusun seperti kerucut terbalik

f.  Menggunakan bahasa yang komunikatif.


sumber : diambil dari beberapa sumber yang lupa dicantumkan karena kesalahan tekhnis

Kamis, 16 Oktober 2014

Lirik Lagu Animals - Maroon V




Baby, I'm preying on you tonight
Hunt you down eat you alive
Just like animals
Animals
Like animals

Maybe you think that you can hide
I can smell your scent for miles
Just like animals
Animals
Like animals
Baby, I'm

So what you trying to do to me
It's like we can't stop we're enemies
But we get along when I'm inside you
You're like a drug that's killing me
I cut you out entirely
But I get so high when I'm inside you

Yeah you can start over you can run free
You can find other fish in the sea
You can pretend it's meant to be
But you can't stay away from me
I can still hear you making that sound
Taking me down rolling on the ground
You can pretend that it was me
But no

Baby, I'm preying on you tonight
Hunt you down eat you alive
Just like animals
Animals
Like animals

Maybe you think that you can hide
I can smell your scent for miles
Just like animals
Animals
Like animals
Baby, I'm

So if I run it's not enough
You're still in my head forever stuck
So you can do what you wanna do
I love your lies I'll eat 'em up
But don't deny the animal
That comes alive when I'm inside you

Yeah you can start over you can run free
You can find other fish in the sea
You can pretend it's meant to be
But you can't stay away from me
I can still hear you making that sound
Taking me down rolling on the ground
You can pretend that it was me
But no

Baby, I'm preying on you tonight
Hunt you down eat you alive
Just like animals
Animals
Like animals

Maybe you think that you can hide
I can smell your scent for miles
Just like animals
Animals
Like animals
Baby, I'm

Don't tell no lie, lie lie lie
You can't deny, ny ny ny
That beast inside, side side side
Yeah yeah yeah

No girl don't lie, lie lie lie
You can't deny, ny ny ny
The beast inside, side side side
Yeah yeah yeah

Yo...
Whoa...
Whoa...
Just like animals
Animals
Like animals
Just like animals (yeah...)
Animals (yeah...)
Like animals (yeah...)
Ow

Baby, I'm preying on you tonight
Hunt you down eat you alive
Just like animals
Animals
Like animals

Maybe you think that you can hide
I can smell your scent for miles
Just like animals
Animals
Like animals
Baby, I'm

Don't tell no lie, lie lie lie
You can't deny, ny ny ny
That beast inside, side side side
Yeah yeah yeah

No girl don't lie, lie lie lie
You can't deny, ny ny ny
That beast inside, side side side
Yeah yeah yeah

Softskill Bahasa Indonesia 2 : Penalaran - Mall Grade A Di Jakarta

Penalaran dan Argumentasi

Diambil dari Wikipedia Bahasa Indonesia, Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Lalu, Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk[butuh rujukan] pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi, dan sebab akibat.
Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.


Sindrome "Konsumerisme" dan "Pamer" Di Tengah Keberadaan Mall Grade A

Sudah banyak bertebaran di daerah Jakarta, Mall-mall yang berbasis level A atau biasa disebut Grade A. Biasanya banyak eksekutif muda dan beberapa orang penting dalam perusahaan yang menginjakkan kaki di mall-mall grade A di Jakarta. Bahkan beberapa dari mereka berkumpul untuk melakukan meeting. Tak hanya dari kalangan perkantoran, masyarakat biasa pun banyak yang mengunjungi mall-mall ini untuk berbagai macam tujuan. Salah satunya untuk gaya.

Maraknya perkembangan Mall Grade A ini merupakan salah satu dampak dari globalisasi. Sebenarnya tak ada masalah dengan adanya mall grade A ini maupun globalisasi, namun masyarakat kita terlalu suka menerima apapun tanpa menyaringnya terlebih dahulu sehingga apa yang terjadi malah membuat adanya mall ini menjadi ajang untuk gaya.

Dampak Globalisasi yang akan kita bahas dari Mall ini adalah sindrom “konsumerisme”, dimana sindrome ini menyerang hampir semua masyarakat Jakarta. Sindrome “konsumerisme” ini menjadikan masyarakat lebih suka mengkonsumsi barang-barang dari brand yang terkenal dan mahal. Tak peduli bagaimana caranya, masyarakat akan melakukan apapun demi mendapatkan barang tersebut. Selain itu Mall grade A ini lebih sering dipakai untuk ajang “pamer”. Pamer dalam artian disini adalah mempublish apa yang ia punya. Misal, saat saya berkunjung ke Senayan City, tak sedikit saya melihat orang dengan tampilan yang waw dengan santainya membawa, memainkan dan mengotak-atik gadget mahal  yang ia miliki. Lalu saat saya berkunjung ke Kota Kasablanka, selain saya melihat beberapa pengusaha yang melakukan meeting, saya juga melihat orang-orang yang dengan bangganya bisa menenteng shopping bag dari salah satu brand terkenal yang mahal. beberapa ada pula yang sengaja memamerkan shopping bag terssebut dengan menunjukkan ke arah kamera saat berfoto. Jika kita mau melihat budaya Indonesia, ini sudah jauh menyimpang. Bagaimana tidak? Budaya kita adalah budaya orang-orang yang ramah dan rendah hati. Namun yang kini terjadi? Tidak ada rasa rendah hati lagi di masyarakat kita, yang ada hanya rasa sombong karena sudah bisa menginjakkan kaki di mall kelas wahid dan bisa membeli barang-barang mahal, seakan mereka adalah orang paling waw karena sudah memiliki barang yang “berkelas”. Bahkan menurut pengalaman saya, orang yang mengidap sindrom “pamer” ini dengan mudahnya merendahkan masyarakat yang berada pada posisi kelas bawah. Memang salah, jika kita tak pernah menginjakkan kaki di Mall grade A? Memang ada undang-undangnya kita harus tahu tempat seperti itu? Seperti yang kita ketahui, di Jakarta masih banyak masyarakat kelas bawah yang beberapa diantara mereka bukan tidak sanggup, tapi merasa tidak perlu tahu hal yang tak begitu penting bagi hidup mereka. Untuk mereka, bisa berkumpul di tempat makan pinggir jalan bersama keluarga saja sudah merupakan kebahagiaan yang tak bisa dibeli, lalu untuk apa menyombongkan diri?

Terakhir dari saya, ada sebuah kalimat yang saya temukan di salah satu media sosial yang berbunyi “Manusia itu berasal dari tanah, Makan dari hasil tanah, berdiri diatas tanah, kembali pun ke dalam tanah, lalu untuk apa bersifat setinggi langit?”.
Sekian tulisan dari saya, bukan ingin menjudge tapi hanya ingin memberikan pendapat tentang kondisi masyarakat kita ditengah berkembangnya Mall Grade A di Jakarta ini. Bila ada kesalahan mohon maaf.

Kamis, 07 Agustus 2014

Lirik Lagu + Video Ending Trouble Chocolate versi Indonesia

Naaaah sesuai janji ku, ini ada endingnya juga yang bagi ku versi Indonesianya itu ngena banget.. agak-agak galau gimana gitu.. pokoknya dulu kalo udah selesai nonton Trouble Chocolate ini pasti nyanyi lagu ini. Sekarang nyari-nyari lagu nya didengerin lagi malah galau sendiri haaaaft...
okedeh langsung aja dimulai dari videonya yang aku dapet dari youtube dari akun Reza Syahputra. kalau gak salah ya ini judulnya Ne Nande.






Lirik lagu Ending Trouble Chocolate versi Indonesia

Dicintai oleh dirimu
Bagai lukisan senja disore hari

Setiap kali aku sedang berduka
Kau pasti selalu menghiburku
Disaat kuberjalan sendirian
Kau selalu ada dibelakangku

Walaupun kadang
Kusakiti dirimu kau diam
Dan tetap menanti diriku

Oh katakanlah sesuatu pada diriku
Andaikan aku mampu melakukannya
Pasti akan kubalas kebaikan mu itu
Pasti akan selalu kulindungi dirimu

Tetapi kenapa
tapi kenapa
Tak pernah bisa
kulakukan semua

Lalalalala
Lalalalala



okedeh segitu dulu ya.. nanti kalo ada hasil iseng lagi aku masukin lagi deh, aku share lagi okkee :3
byee :*

Lirik Lagu + Video Opening Trouble Chocolate Versi Indonesia

yuhuuu lagi libur lebaran nih, gak ada kerjaan lagi asik nge-youtube liat channelnya Eka Gustiwana ada video mash up lagu lagu dari anime tahun 90an. Pas di tonton dan liat komentarnya, ada yang request Trouble Chocolate dan banyak anime jadul lain, entah kenapa langsung tertarik. yah curhat dulu kali ye bentar,, sebenarnya waktu jaman SD aku suka banget sama nih anime. Akhirnya iseng nyari lagunya dan dapet.. dari kalian ada gak yang suka sama anime Trouble Chocolate yang dulu tayang di tv7 sama Spacetoon? anime ini punya ciri khas yang rada aneh sih, kayak Hinano yang suka banget ngucapin kata "ya lumayan" atau "terimakasih kembali". terus ada juga pasangan Murakata dan Debora yang selalu romantis..
Debora: "kak Murakata"
Murakata: "Debora"
*kemudian bunyi ombak*
langsung aja deh ini video lagu openingnya dan liriknya versi Indonesia. Judulnya C.H.O.C.O



ini video openingnya versi Indonesia



Lirik Lagu Opening Trouble Chocolate versi Indonesia
C H O C O

Berulang kali kumemikirkan
Tuk menyampaikan cinta padamu
Begitu besar rasa suka ku
Sehingga tak tahu harus bagaimana

Andaikan ada mantra cinta
Ataupun sihir bagimu sayang
Rasa pahit yang kurasakan ini
Pasti akan musnah terasa manis

Ahh tak terhentikan
Meski kadang
Menyakitkan tapi biarlah

C H O C O
Rasakan cinta
Rasanya-rasanya
Bagaikan cokelat

Sekali merasakannya
Takkan pernah bisa lupa

C H O C O
Bersama kamu
Rasanya-rasanya
Bagaikan cokelat

Hatiku terbuai dalam
Cinta yang panas membara

C H O C O


yaaaa oke udah dulu ya, selanjutnya aku kasih Endingnya dari Trouble Chocolate deh judulnya Ne Nande. mumpung senggang gak apa-apa dong kalo udah masuk kuliah kan bakal rame sama tugas pasti :)
Byee :* :*

Rabu, 18 Juni 2014

Aku Yang Akan Pergi

puisi ini gue buat waktu lagi sediiih aja, gak ada niat apa-apa kok,, cuma coret-coret ga jelas selingan tugas...

Aku yang akan pergi.
Cepat atau lambat
Meninggalkan kalian satu persatu
Yang sudah tak peduli lagi dengan kehadiranku..

Aku akan pergi
Perlahan namun pasti
Meninggalkan kalian dengan banyak goresan luka
Dengan harapan luka itu tak menghambat kepergianku
Namun menjadi sebuah kenangan dimana kalian pernah menjalani kehidupan kalian bersamaku

Aku akan pergi
Meninggalkan satu persatu dari kalian
Menatap masa depan yang blm pasti
Menoleh kebelakang, menatap kalian
Dengan tatapan penuh kehangatan dan senyuman yang terindah selama hidupku
Seraya berkata
Aku akan pergi